Kementrian PPPA : Wilayah Garut Rawan Bencana

GARUT, (GE).- Melihat kondisi Kabupaten Garut yang termasuk daerah rawan bencana yang sangat tinggi, baru baru ini Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, menggelar pelatihan dengan tema ” Kesiapan Keluarga Hadapi Bencana bagi Relawan Sosial.”

Kegiatan tersebut dilangsungkan di aula Fave Hotel, Rabu (30/8/2017). Dihadiri oleh asisten deputi perlindungan anak dalam situasi darurat dan pornografi dari Kementrian PPPA, unsur SKPD, kepolisian, Tagana dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sosial. Peserta yang hadir diperkirakan berjumlah sekitar 40 orang.

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Drs.Toni Tisna Somantri,M.Si, selaku Kepala Dinas DPPKBPPPA Kabupaten Garut. Dalam sambutannya, Toni menyampaikan, Kabupaten Garut dengan jumlah penduduk yang cukup tinggi dan letak geografis daerah pegunungan memiliki 4 gunung aktif, panjang pantai kurang lebih 42 km. Dengan kondisi itu wilayah Garut sangat potensial menjadi wilayah rawan bencana. Gempa bumi,longsor,banjir bencana yang sangat berpotensi terjadi.

“Hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah secara terpadu dari berbagai dinas dan instansi juga masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir dampak dari  bencana.  Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada kementrian PPPA dengan tepatnya mengadakan pelatihan ini” tutur Toni dalam sesi wawancara.

Diharapkannya di wilayah Garut tidak lagi terjadi bencana. Pelatihan ini merupakan salah satu antisipasi untuk menghadapi situasi darurat bencana.

” Semoga dengan kegiatan ini masyarakat lebih hati hati dan siap untuk hadapi bencana alam yang sangat rentan terjadi di Garut,” tandasnya.

Sementara itu, Dra.Valentina Ginting, M.Si., selaku Asisten Deputi Kementerian PPPA, mengungkapkan , Kabupaten Garut merupakan daerah yang cukup tinggi akan rawan bencana, maka kegiatan pelatihan ini dilaksanakan. Selain Kabupaten Garut sebelumnya pelatihan ini diadakan di Kabupaten Minahasa Utara.

“Semoga kesiapan dan kesiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat,” tuturnya. (Dedi Sofwan)***

Editor: Kang Cep.

BMKG Prediksi Curah Hujan Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Jalur Evakuasi di Sejumlah Daerah Rawan Bencana

GARUT, (GE).- Untuk mengantisipasi dalam menghadapi bencana alam, Pemerintah Kabupaten Garut, mengaku telah menyiapkan jalur evakuasi warga di beberapa daerah rawan bencana pada musim penghujan.

“Ya, Pemkab (Pemerintah Kabupaten Garut/red.) tengah membuat sejumlah jalur evakuasi di sejumlah lokasi rawan bencana. Ini sebagai langkah kami mengantisipasi bencana,” kata Bupati Garut, Rudy Gunawan kepada beberapa pewarta, Rabu (7/12/2016)

Rudy nentebutkan, Kabupaten Garut termasuk wilayah yang tinggi potensinya akan terjadinya berbagai bencana alam, terlebih di musim penghujan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak hujan masih akan terjadi akhir Desember 2016.

“Akhir tahun 2016 ini merupakan klimaks dari tingginya curah hujan, sehingga perlu diwaspadai oleh pemerintah maupun masyarakat,” tandasnya.

Dijelaskannya, jalur evakuasi di daerah bencana alam tersebut merupakan bagian dari tanggap darurat untuk mengurangi risiko dampak bencana. Menyiapkan gedung olahraga maupun ruang terbuka milik pemerintah untuk dijadikan tempat pengungsian jika terjadi bencana alam, juga dilakukan sebagai upaya antisipasi.

“Seluruh fasilitas milik pemerintah seperti gedung olahraga dan fasilitas umum lainnya untuk dijadikan tempat evakuasi bencana,” katanya.

“Kita juga menyiapkan kendaraan operasional seperti ambulance dan peralatan medis untuk menangani warga yang mengalami cedera akibat bencana alam.” Tukasnya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.