Kemenkes Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan “Gemas” di STIE Yasa Anggana Garut

SEBAGAI upaya meningkatkan kesadaran untuk meningklatkan budaya hidup sehat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ( Gemas ). Belum lama ini Kemenkes , menggelar sosialisasi pada masyarakat umum dan mahasiswa, bertempat di Aula STIE Yasa Anggana, Garut, Sabtu (26/11/2016).

Dalam kesempatan sosialisasi ini, Hj. Siti Mufattahah, Psi., yang anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat hadir sebagai pemateri bersama Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Masyarakat Dr. Nita Mardiah., MKM.

Dalam sosialisasi ini, pemateri memfokuskan pemaparannya terkait bagaimana menyadarkan masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik secara teratur dan terukur. Dalam penyampaian materinya, Hj.Siti, mengingtkan pentingnya mengkonsumsi sayur dan buah, serta melakukan deteksi dini penyakit agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat terwujud.

“Komisi IX DPR RI adalah mitra kerja Kementrian Kesehatan RI, kita terus berupaya mensosialisasikan kepada semua masyarakat agar tetap memelihara dan meningkatan budaya hidup sehat. Kami mengajak untuk menjauhi rokok, jangan kebanyakan begadang, jauhi setres, jaga pola makan, dan jangan lupakan mengkonsumsi buah dan sayur secara rutin,” ujar Hj. Siti, saat menyampaikan materi, seraya menebar senymuan khasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Olahraga Masyarakat Dr. Nita Mardiah ,.MKM mengatakan ada tiga poin penting dalam gerakan masyarakat pola hidup sehat. Tiga poin penting tersebut diantaranya, melakukan aktivitas fisik setiap hari minimal 30 menit, makan buah dan sayur untuk melengkapi menu makanan sehat dan tes fisik kesehatan secara teratur setiap bulan.

“ Untuk itu, seluruh komponen element masyarakat harus semangat memeberikan edukasi dalam melaksanakan budaya hidup sehat ,“ tandasnya.

Saat berlangsungnya acara, sejumlah mahasiswa dan masyarakat tampak antusias menyimak paparan dua pemateri berkompeten ini. (TAF. Senopati/ Adv.)***

Anggota DPR-RI dari Komisi IX Wakili SBY Hadiri Undangan Tharikot Tijaniyah

SAMARANG,(GE).- Intensitas silaturrahmi ke Kabupaten Garut terus ditunjukan Anggota Komisi IX dari Fraksi Partai Demokrat DPR/MPR RI, Dra. Hj. Siti Mufattahah, Psi, MBA . Hari ini, Minggu (29/11/2015) Ia kembali menyambangi sejuknya Kota Intan untuk memenuhi undangan keagamaan bertajuk Idul Khotimi Tharikot Tijaniyah di kawasan Kecamatan Samarang.

Dalam kunjungannya kali ini, boleh dibilang agak spesial, pasalnya, secara resmi ia mewakili Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Disamping itu, seperti biasa ia juga menyempatkan menggelar bhakti sosial berupa layanan kesehatan gratis kepada ribuan Jemaah Tharekot Tijaniyah yang saat itu datang dari hampir seluruh pelosok nusantara.

Dalam gelaran ini ribuan jamaah hadir, bahkan ada juga jamaan yang datang dari sejumlah negara sahabat, semisal Sinegal, Mesir, Maroko serta Aljazair, dan juga dari Negara tetangga Malaysia.

Pada saat bersilaturrahmi dengan jamaah Tijaniyah di bilangan Kecamatan Samarang ini, ia didampingi rekan-rekannya seperti Al- Ustadz. Ma’mol Arif yang merupakan Pimpinan Yayasan Ponpes Nurul Amien Leuwigoong Garut, Yadi Rokib Jabar, serta Bidan Cibatu, Neng Rika yang merupakan bagian dari tim medis untuk gelaran pengobatan gratis.

“Mungkin karena banyak jamaah yang datang dari jauh. Tim kesehatan kita cukup sibuk juga melayani kesehan para jamaah,” tutur, Hj Siti, seraya melempar senyumannya.

Hj. Siti menyebutkan, pada kesempatan ini iah hadir sekaligus mewakili sesepuh Partai Demokrat (SBY) Karena kesibukannya, tidak sempat memenuhi undangan ini.

“Ya, karena kesibukannya beliau (SBY/ red) berhalangan hadir di acara Idul Khotimi Tharikot Tijaniyah. Untuk itu, sebagai kader Partai Demokrat saya mewakili beliau,” ungkapnya.

Melalui pertemuan bersama Jamaah Tijaniyah ini, ia berharap seluruh umat Islam dapat bersatupadu bahu membahu menegakkan syariat Islam.

“Islam itu Rahmatan lil alamin. Dari kegiatan istighosah ini, diharapkan seluruh masyarakat terutama yang hadir di sini dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Juga dapat meningkatkan keimanan dan ke-Isalaman kepada Allah SWT.” Tandasnya.

Sementara itu, KH. Fahim dari Zawiyah Tharikot Tijaniah Samarang, Kabupaten Garut, mengaku bangga dan berterimakasih kepada Hj. Siti Mufattahah, yang selalu menyempatkan hadir dalam gelaran acara ini .

”Bangga tentunya. Saya juga ucapan terima kasih kepada Ibu (Hj. Sitti Mufattahah) yang peduli dan membantu masyarakat, juga kalangan pesantren yang ada di Garut,” ucap Kiyai Fahim.

Kiyai Fahim menyebutkan, bahwa gelaran Idul Khotomi Tharikot Tijaniyah kali ini merupakan pelaksanaan tingkat Nasional. Sementara itu, acara seperti ini merupakan agenda tahunan, acara yang sama sebelumnya digelar di kota Madura.

Alhamdulillah, ini merupakan agenda tahunan. Dan gari ini digelar untuk tingkat nasional. Khusus di Garut, Jamaah Tharikot Tijaniyah ini tersebar hampir di seluruh kecamatan .” Tandasnya.

Salah seorang perwakilan dari Pondok Pesantren Al-Amien, Madura, KH. DR Ahmad Fauzi Tijani mengatakan, Idul Khotimi adalah sebuah momen dimana saat itu telah diangakat sebagai wali terakhir, yaitu Seikh Ahmad Tijani. “Oleh karenanya, seluruh Umat Islam yang memegang teguh Tharikot Tijaniyah selalu memperingatinya.” Ungkapnya. (TAF DK).***

Anggota Komisi IX Sowan ke Ajengan di Ponpes Al-Fauzaniyyah

SUKARESMI,(GE),- Berada ditengah-tengah santri dan para Ajengan (Kiyai sepuh) yang juga tokoh Nahdatul Ulama (NU)Kabupaten Garut,bagi Anggota DPR RI dari Komisi XI Hj. Siti Mufattahah,Psi merupakan kebahagian tersendiri .

Berada di lingkungan pesantren,bagi Hj.Siti adalah nostalgia ketika masa kanak-kanaknya dulu di kota Madura. Memang Siti dibesarkan dari kalangan keluarga pesantren yang kental dengan pendidikan keagamaannya. Kini Hj.Siti Mufattahah tengah mengemban amanah sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

Beberapa hari yang lalu, wakil rakyat yang dikenal ramah dan murah senyum ini menyempatkan diri sowan (silaturrahmi) ke Pondok Pesantren Al Fauzan yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi.“Ya,kunjungan ini mengingatkan masa saya kecil dulu. Selain itu, saling berbagi bersama para santri dan para Kiyai adalah kewajiban. Saya harap kunjungan ini menuai keberkahan.” Ungkapnya.

Dikatakannya,dalam kunjungan ke pesantren ini yang terpenting bisa mempererat tali ukhuwah antara wakil rakyat dengan kalangan pesantren .“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah do’a para Ajengan dan santrinya,” tandasnya.

Dijelaskannya,kunjungan ke pesantren ini bukan berarti kunjungan politis, namun lebih pada silaturrahmi.Disamping itu, kunjungan ini bagian dari upaya membantu mengembangkan dan membesarkan Pesantren,terlebih pesantren merupakan lembaga pendidikan yang harus mendapatkan dukungan semua pihak.

Saat kunjungan, Hj.Siti tampak akrab dengan KH. Aam Umar A’lam salah seorang tokoh Nahdatul Ulama yang juga sesepuh Pondok Pesantren AL-Fauzaniyyah. Sebelum mengunjungi Pesantren Fauzan, ia bersama rombongan terlebih dahulu menggelar bhakti sosial di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Pendeuy, Singajaya, Banjarwangi, Cikajang, Cisurupan dan terahir di Kecamatan Sukaresmi.

Siti Mufattahah menjelaskan, bahwa dirinya bersama komisi IX yang menangani bidang kesehatan tengah memperjuangkan alokasi anggaran kesehatan dalam Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN) 2016 yang besarannya mencapai Rp 106,1 triliun. Angka ini melonjak 43 persen dari tahun sebelumnya, yang hanya Rp 74,3 triliun, atau 5 persen dari APBN.

“Rencananya, alokasi itu bisa direalisasikan ke 4 pos kesehatan. Misalnya, untuk peningkatan kesehatan ibu, bayi, dan balita, akses sanitasi lingkungan masyarakat dan pelayanan kesehatan secara menyeluruh melalui peningkatan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program BPJS Kesehatan.” Bebernya.

Sementara itu,salah seorang relawan pendidikan asal Kecamatan Leuwigoong, Ustadz Ma’mol Arif, M.Pd yang turut serta mendampingi Siti Mufattahah dalam baksos di wilayah Garut Selatan dan sekitarnya, menyebutkan, bahwa kegiatan Hj.Siti ini merupakan kegiatan postif yang layak didukung dan diapresiasi semua pihak.
“Kegiatan ibu (Siti Muhattahah/red) di daerah pemilihannya ini patut diapresiasi dan didukung. Ibu dapat merangkul semua kalangan. Mulai dari kalangan atas, hingga kalangan bawah, termasuk kalangan pesantren,” tandasnya.

(Taf Senapati/DK)***