Gara-gara Menyalip Mobil, Anak Sekmat Bungbulang jadi Korban Pemukulan di Hadapan Aparat

BUNGBULANG, (GE).- Belum lama ini telah terjadi aksi kekerasan yang menimpa Hifdil Fathurramadi, siswa Kelas XII, SMAN 29 Garut. Menurut korban, kejadian ini terjadi tepat di depan rumahnya, di Kampung  Cikanyere, Desa/ Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut.

Sementara itu kejadian bermula saat korban menyalip mobil, tiba-tiba pelaku turun dari mobilnya dan ltanpa basa basi langsung melayangkan bogem mentah. Ironisnya kejadian ini berlangsung dihadapan salah seorang anggota kepolisian setempat.

”Pada waktu itu saya pulang dari sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian di sekitaran Cijayana saya menyalip mobIl avanza warna silver yang di dalam mobil tersebut ada 4 orang. Setelah mobil tersebut terlewati saya juga merasa kaget ternyata mobil tersebut mengejar saya. Hingga akhirnya sampai di depan rumah saya kemudian saya berhenti dan mobil tersebut pun berhenti,terus dari mobil itu keluar Aj yang merupakan anggota kepolisian dari Polsek Caringin namun pada saat itu tidak memakai seragam,kemudian  menegur saya dan menanyakan surat ijin mengemudi (SIM). Tiba-tiba dari dalam mobil keluar lagi satu orang, dengan berbicara kasar dan langsung memukul saya sebanyak 3 kali ke arah  pipi bagian kiri,” ungkap Hifdil, Selasa (18/10/2016)

Drs. Sukman Munawar A.M.Si., yang merupakan Sekmat Bungbulang, tidak menyangka kekerasan ini menimpa pada anaknya. Pasalnya di dalam mobil tersebut, selain pelaku, diantaranya ada dua orang kepala desa yaitu Kepala Desa Karangwangi, Kecamatan  Mekarmukti dan Kepala Desa Samudrajaya, Kecamatan Caringin, serta seorang lagi anggota Polsek Caringin.

“Saya menyayangkan atas terjadinya  kejadian ini, padahal di dalam mobil itu selain pelaku ada dua orang kepala desa dan satu orang anggota kepolisian, tapi kok bisa terjadi,” sesalnya.

Pascakejadian, Sukman telah melaporkan kasus kekerasan  yang menimpa anaknya ini ke Polsek Bungbulang. Ia berharap, pelaku tindak kekerasan tersebut dihukuman yang sesuai dengan undang undang yang berlaku. ( Deni-Siti )***