Ai Sholihah, Seorang Ibu Tangguh dengan Vespa Modifnya

KASIH ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah. Peribahasa ini rasanya cukup pantas disematkan pada ibu ini. Demi membesarkan buah hatinya yang masih sekolah, ibu paruh baya ini rela berjibaku berjuang memenuhi kebutuhan hidup sang buah hatinya. Salah satu aktivitas kesehariannya, ibu tangguh ini dengan setia mengantar dan menjemput sekolah anaknya dengan menggunakan vespa lawasnya hasil modifikasi sendiri.

Adalah Ai Sholihah, warga Kampung Pungkur, Desa Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Setiap hari usai menunaikan Shalat Shubuh, perempuan pantang menyerah ini disibukan dengan aktivitas keseharianya sebagai penjual gorengan di warung teras rumahnya.

Setelah menyiapkan barang dagannnya, Ai bergegas mempersiapkan keperluan sekolah serta mengantar buah hatinya, Zaki yang kini duduk di bangku kelas 1 SDN Pamekarsari 3 yang berjarak sekitar 1 km dari rumahnya.

“Sebetulnya, Zaki (anak bungsunya/ red.) bisa berangkat sendiri karena sekolahnya gak terlalu jauh. Namun, saya takut ada apa-apa pada anak saya. Ya saya antar jemput dengan vespa ini,” ungakpanya, tulus.

Kepiawaianya saban hari mengendarai vespa tuanya, membuat sosok Ai Sholihah sudah tak asing lagi bagi warga sekitar Jalan. KH. Hasan Arif dan Desa Pamekarsari tempatnya bermukim. Masyarakat sekitar sudah begitu mengenal ibu paruh baya ini, mungkin karena hampir setiap hari beraktivitas menggunakan skuter lawasnya itu.

Diketahui, Ai Sholehah dikaruniai 3 orang anak yang kesemuanya masih bersekolah. Sebetulnya Ia tidak sendirian. Karena keterbatsan ekonomi, sang suami terpaksa merantau ke kota sebagai pekerja serabutan. Ai mengakui jika kepulangan suaminya tak menentu.

Dengan kondisi pekerjaan suaminya yang tak menentu inilah membuat perannya dalam keluarga bertambah. Ia harus mengerjakan sendirian untuk memenuhi sehari hari dan kebutuhan sekolah anak anaknya.

“Ya, dengan kondisi suami saya seperti ini, saya berusaha membantu dengan berjualan gorengan. Alhamdulillah, jika dagangan habis dari dagang gorengan ini rata rata dapat laba Rp 50 ribu sehari. Alhamdulillah bisa buat nambah nambah biaya anak anak sekolah. Saya berharap anak anak bisa bersekolah setinggi mungkin,” tuturnya, belum lama ini.

Diakuinya, vespa lawas miliknya adalah satu satunya sarana transportasi yang dimiliki Ai Sholiha sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan kreativitasnya, motor kesayanganya itu dimodifikasi alakadarnya sehingga menjadi multifungsi. Selain untuk mengantar buah hatinya bersekolah, vespa ini juga biasa digunakannya untuk mengangkut barang belanjaan.

“Seneng rasanya bisa anter anak ke sekolah, jalan jalan, kadang kalau belanja ke pasar sekalipun. Meski bukan kendaraan bagus, tapi buat saya nyaman nyaman saja. Disyukuri saja kang, anak juga Alhamdulillah, senang senang saja gak ada malu atau apa. Berharap tentunya anak saya sekolahnya tinggi tinggi dan berhasil. Soal mogok, ada kalanya juga maklum motor tua. Namun saya sudah terbiasa perbaiki sendiri untuk kerusakan yang bisa saya tangani,” ungkap Ai Sholehan yang mengaku sudah terbiasa mengendarai vespa sejak masih gadis. (Doni Melody)***

Editor: Kang Cep.