Suryaman Mendapat Dukungan dari Petinggi Gerindra, Rudy Gunawan Terancam Kehilangan Kendaraan

GARUT, (GE).- Rudy Gunawan terancam kehilangan kendaraan politik di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Pasalnya, partai politik pengusungnya dulu di Pilkada tahun 2013 memberikan signyal kuat untuk mendukung seorang anggota TNI aktif yaitu, Kolonel Suryaman.

Bahkan Anggota Dewan Pembina DPP Gerindra, Asril Tanjung secara lugas menyatakan dukungannya untuk Suryaman. Namun pada akhirnya nanti, semua keputusan calon dari Gerindra akan menunggu jawaban dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Menurut Asril, nama Suryaman sudah banyak dibicarakan di DPP Gerindra untuk maju dalam gelaran Pilkada di Garut.


“Keputusan tetap di Ketum. Sekarang sudah ada tiga sampai empat nama salah satunya pak Suryaman. Nanti diranking berdasarkan survei,” kata Asril, Minggu (16/7/17).

Terkait kemungkinan Gerindra untuk kembali mengusung petahana yakni Rudy Gunawan, semuanya masih belum jelas. Asril menyebut setia calon yang nantinya diusung harus memiliki program yang masuk akal.

“Nanti dilihat saja. Sekarang kan mulai penjaringan,” ucapnya.

Asril menyebut jika Pilkada di Garut akan menjadi salah satu wilayah yang dipantau saat Pilkada serentak 2018. Garut merupakan daerah yang diperhitungkan di Jabar.

Terkait koalisi yang akan dibangun, Asril mengaku partai yang bisa diandalkan yakni PKS. Pihaknya pun kini sedang mengincar PAN dan Partai Demokrat untuk berkoalisi.

Menanggapi pernyataan Anggota Dewan Pembina Gerindra, Suryaman mengaku akan ikut mendaftar ke Gerindra untuk menjadi calon Bupati. Ia akan mengikuti ketentuan partai dan institusinya untuk terjun ke ranah politik.

“Saya sekarang masih aktif di TNI. Masih silaturahmi saja untuk perkenalkan diri. Kalau masuk kancah politik harus mengundurkan diri dulu dati ke TNI. Semua ikut prosedur di partai atau militer,” katanya.

Saat ditanya petahana yang akan ikut mencalonkan diri dari Gerindra, Suryaman menyebut semua rakyat berhak untuk ikut dalam bursa penjaringan. Hingga saat ini, ia mengaku belum melakukan komunikasi politik yang mendalam kepada semua calon.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Garut, Enan, menuturkan jika Gerindra mulai membuka penjaringan calon bupati mulai 17 sampai 24 Juli. Nantinya semua keputusan akan ditentukan oleh ketua umum.

“Siapa pun yang direkomendasikan oleh Ketum wajib untuk dukung,” ucap Enan.

Mengenai nama petahana yang muncul, menurut Enan hal itu merupakan sikap politik yang muncul saat rapat pimpinan. Meski begitu, pihaknya tetap membuka penjaringan karena Gerindra merupakan milik semua kalangan.

Saat disinggung terkait isu perpecahan kader Gerindra di tatanan bawah, Enan menyangkalnya. Namun ia mengakui sempat ada beberapa orang kader Gerindra di luar struktur kepengurusan menyatakan dukungan terhadap salah seorang calon Bupati.

“Paling penting saat ini Gerindra di Garut masih solid. Siap memenangkan Pilkada 2018. Untuk calonnya menunggu dari Ketua Umum Partai Gerindra, ” ujarnya.

Masih menurut Enan, Partai Gerindra membuka kesempatan kepada siapa pun yang iangin bertarung di Pilkada 2018. Bahkan secara trang-trangan dirinya pun akan ikut mendaftar sebagai Calon Bupati dari Partai Gerindra.

Berdasarkan pantauan GE pada kegiatan halal bil halal Partai Gerindra,  Bupati Garut,  Rudy Gunawan tak tampak hadir.  Padahal seluruh kader Partai Gerindra hadir pada kesempatan itu.

Berbeda dengan Kolonel Suryaman yang mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan. Ratusan kader Partai Gerindra pun memberikan suara dukungan kepada Kolonel Suryaman.  (Farhan SN) ***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI