“Superkids Camp 2017,” Didik Anak Cinta Lingkungan Sejak Dini

GARUT, (GE).- Perwujudan Sekolah berbudaya lingkungan perlu digalakkan sejak dari tingkat dasar. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan hidup sejak dini, sehingga kelak menjadi masyarakat yang memanfaatkan alam secara bijak.

Demikian kata sambutan yang disampaikan Sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, Guriansyah Sukiran, saat pembukaan acara Superkids Camp 2017.  Gelaran acara ini digagas oleh Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Wilayah Garut, bertempat di Aboretum Kamojang, Samarang, Garut.Sabtu, (18/2/17).

“Karena pentingya hutan terhadap alam, pengelolaan persampahan dan hal lain berkaitan kelestarian lingkungan itu menjadi tanggungjawab kita semua. Baik DLHKP atau masyarakat, atau bahkan pihak swasta bersinergi dengan baik untuk menciptakan lingkungan lebih baik, agar bisa dinikmati gererasi selanjutnya,” ujarnya.


Menurut Guriansyah, saat ini isu yang lebih krusial terkait lingkungan hidup yakni dalam hal pengelolaan sampah. Untuk mengatasi masalah sampah, diperlukan kerjasama, karena sulit dilakukan oleh satu institusi saja.

“Tidak ada super power yang bisa menanggulangi sampah sampai saat ini, ini membutuhkan kesadaran bersama mulai dari rumah tangga, masyarakat, bahwa sampah ini bisa dikelola. Karena 70 persen sampah yang dibuang ke TPA ini sampah rumah tangga,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Urusan Lingkungan pada Perum Perhutani KPH Garut, Zamil Abdul Azis, mengatakan, masyarakat yang berada di dekat area hutan harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan alam.

Menurutnya, tidak jarang warga yang dekat dengan hutan malah memanfaatkan hutan tersebut dengan cara yang bukan peruntukannya. Sehingga dengan edukasi sejak dini dan berkesinambungan. Melalui kegiatan pendidikan dan penyadartahuan konservasi sejak usia dini, mereka bisa menjadi motor penggerak dalam menjaga kawasan hutan ataupun alam di sekitarnya.

” Kegiatan edukasi penyadartahuan konservasi sejak dini tentunya diharapkan bisa menjadi sarana penyadaran ke orang tua-orang tua mereka juga.  Karena tidak jarang warga ini justru memanfaatkan hutan tidak pada peruntukannya,” ujarnya didampingi Ketua FHK3I wilayah Garut, Mia Kurniawan selaku penanggungjawab kegiatan Superkids Camp 2017 yang dihelat lembaganya bersama Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA).

Kegiatan ini, imbuh Mia, diikuti 6 Sekolah Dasar Negeri binaan FHK3I selama dua hari tanggal 18-19 Pebruari 2017.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Cipaganti 1, Hj. Yeti Sri Mulyati, S.Pd yang didampingi Hj. Ai Karwati, S.Pd., menginginkan kegiatan serupa ada tindaklanjutya demi membentuk karakter siswa.

Sehingga dengan intensitas yang rutin, diharapkan para siswa yang mengikuti kegiatan penyadartahuan konservasi ini bisa lebih tergali potensinya. Dengan demikian yang mengarah kepada kebermanfaatkan untuk lingkungan.

“Kita sangat terbantu dan berterima kasih dengan adanya kegiatan ini, karena dengan tim atau pemateri yang memang ahli di bidangnya. Anak-anak ini atau bahkan kita bisa lebih faham akan menjaga lingkungan alam ini,” ungkapnya. (Slamet Timur)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI