Suasana Haru Membuncah, Saat Hj. Siti Mufattahah Menengok Irvan

MALANGBONG, (GE).- Kabar adanya penderita anak gizi buruk di wilayah utara Kabupaten Garut tiba-tiba menghentak publik jelang peringatan Hari Jadi Garut (HJG) ke 203. Dalam pemberitaan www.garut-express.com sebelumnya, memuat kisah mengenaskan seorang anak bernama Muhammad Irvan Maulana (12) anak pasangan Eneng dan Mamat salah satu keluarga teramat sederhana warga Kampung Bangbayang, RT 04/ RW 04, Desa Mekarasih, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kabar memilukan yang sempat dimuat di beberapa media ini sontak membuat sebagian besar masyarakat Garut berempati sekaligus geram. Bahkan, kisah penderita gizi buruk ini sempat menjadi topik perbincangan hangat di media sosial facebook.

Dalam hitungan jam saja pemberitaan gizi buruk ini sampai juga ke gedung wakil rakyat di Senayan sana. Masih dalam hitungan jam, kabar menyayat hati ini langsung mendapat respon dari salah seorang anggota DPR-RI Komisi IX, Hj. Siti Mufattahah.

Bu Siti, demikian anggota DPR-RI yang dikenal murah senyum ini biasa disapa. Memang selama ini ia sering bersilaturrahmi dengan warga kota Garut, bahkan hingga ke pelosok perkampungan.

Kepedulian dan empati Hj. Siti langsung ditunjukan saat mendapati kabar dari website garut-express.com yang memuat adanya warga Garut yang diduga kuat bergizi buruk ini.

“Kang tolong minta alamat lengkapnya, kalau bisa didata dimana saja di wilayah Garut yang ada penderita gizi buruknya. Insya Allah, saya bantu semampunya.” Demikian ungkapan spontanitas Hj. Siti yang disampaikan melalui jejaring facebook, (21/1/2016)

Sehari pasca pemberitaan gizi buruk ini, Hj. Siti Mufattahah langsung bertolak ke Garut untuk menjenguk sekaligus memberikan sejumlah bantuan.

Saat tiba di rumah keluarga anak penderita gizi buruk di Kampung Bangbayang, Desa Mekarasih, Kecamatan Malanbong, Sabtu (23/1/2016) sontak saat itu juga suasana mengharu-biru membuncah tak terbendung.

Ketika menyaksikan Irvan yang hanya bisa terbaring lemah. Tak banyak yang disampaikannya. Ia langsung memeluk anak malang ini dengan penuh kasih sayang. Irvan, si anak malang pun terlihat memeluk erat dalam dekapan Bu Siti. Suara anak ini terdengar pelan merintih menambah suasan haru kian dalam.

Dari sudut kelopak mata wakil rakyat ini tampak berkaca-kaca, butiran air mata membasahi pipinya yang kian merona.

“Tolong dijaga ya Neng, ade ini. Maaf ibu baru tahu sekarang, yang shabar ya!” Tutur Hj. Siti, seraya terbata-bata menahan tangis. (ER)***