Suami Bunuh Istri di Garut, Diancam Hukuman Seumur Hidup

GARUT (GE). – Jajaran Kepolisian Resort Garut berhasil membekuk pelaku pembunuhan terhadap Nani Yuliani yang jasadnya dikuburkan di belakang rumah. Pelakunya tak lain suaminya sendiri AH yang langsung melarikan diri ke Jogjakarta.

Polisi melakukan penangkapan di Jogjakarta saat AH sedang berjalan di depan Hotel Agung. AH berusaha melarikan diri usai menghabisi nyawa korban di hadapan anak tirinya.

Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna mengatakan, tersangka terlihat sedang berjalan kaki hendak masuk ke dalam Hotel Agung, bersama seorang perempuan dan anak kecil. Kemudian dilakukan penangkapan saat itu juga. Barang bukti yang diamankan antara lain, dua bilah cangkul, satu helm KYT, sebuah galon, dan sepasang sepatu tactical.


Menurut Kapolres, faktor ekonomi, dan  kecemburuan NY terhadap tersangka AH merupakan motif dari pembunuhan tersebut. Bahkan sebelum terjadi pembunuhan tersangka dan korban sempat adu mulut.

“Sebelum Kejadian, tersangka AH pernah di pergoki berselingkuh oleh korban. Sehingga terjadi percekcokan. Selain itu, korban juga sempat memarahi anak pelaku (anak tiri korban). Saat itu anak pelaku minta uang kepada korban. Bukannya dikasih malah dimarahi oleh korban. Sehingga memicu amarah pelaku,” ungkap Kapolres, di Mapolres Garut. Rabu (17/01/2018).

Karena persoalan itu, pelaku menghabisi nyawa korban yang juga istrinya. Tak berhenti sampai di sana, pelaku juga menguburkan jasad iatrinya di belakang rumah. Hal itu dia lakukan untuk menghilangkan jejak dan menghilangkan kecurigaan orang lain.

Budi menerangkan, tersangka berinisial AH ini ternyata merupakan residivis dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawa umur pada tahun 2011 di Garut. Namun tersangka ditahan di Lapas Cirebon selama tujuh tahun.

“Pada tahun 2015, tersangka AH ini berstatus bebas bersyarat sampai dengan Bulan Oktober 2018. Namun tersangka sudah kembali melakukan tindak pidana yakni menganiaya dan membunuh isterinya sendiri,” katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, tutur Budi, pihaknya akan melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka AH ke dokter psikiater. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah tersangka mengalami gangguan jiwa atau tidak.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis yakni psal 338 KUHP subs pasal 351 ayat (1) KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup,” ujar Budi. (Rangga)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI