Strategi Cerdas Meraih Karir Gemilang Dengan Soft Skill

0
16501

Oleh : H. Heri Kuswara, M.Kom
Hard skill (keahlian teknis dan akademis) memang penting untuk meraih sebuah pekerjaan. Namun jika tidak ditunjang dengan soft skill yang bagus, tak heran jika setelah berpuluh-puluh tahun bekerja, karir kita mentok di situ-situ aja alias stagnan.

Berbeda dengan mereka yang soft skill-nya bagus ; sedikit demi sedikit karirnya membukit alias terus menanjak mencapai level yang lebih tinggi. Saya berkeyakinan, kita semua pasti sepakat jika soft skill merupakan kunci utama sukses berkarir pada posisi apapun dan di manapun.

Menurut Patrick S. O’Brien dalam bukunya Making College Count, soft skill dapat dikategorikan ke dalam tujuh area yang disebut Winning Characteristics, yaitu, Communication Skills, Organizational Skills, Leadership, Logic, Effort, Group Skills, dan Ethics. Kemampuan Nonteknis yang tidak terlihat wujudnya (intangible) namun sangat diperlukan itulah yang disebut soft skill. Soft skill adalah kemampuan seseorang dalam mengenali diri (intrapersonal skill) seperti dapat bertanggung jawab, percaya diri, mampu bersosialisasi, mampu mengatur diri, jujur, tahan menghadapi tekanan, etika kerja, mempunyai integritas.

Soft skill juga mencakup kemampuan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill), seperti mampu mempengaruhi (leadership), mampu bernegosiasi, mampu bekerjasama dalam tim, mau berbagi ilmu dengan orang lain, conflict resolution, dan lain-lain.

Dalam beberapa seminar soft skill di perguruan tinggi, SMA/sederajat, sengaja saya tampilkan banyak pendapat pakar nasional/internasional, baik akademisi (dunia pendidikan), pimpinan perusahaan (dunia kerja), psikolog, dan lain-lain, yang kesemuanya berkesimpulan bahwa syarat mutlak suksesnya karir seseorang sangat ditentukan oleh seberapa besar kemampuan soft skill-nya.

Artinya kalau ada pertanyaan mau sukses, ya soft skill-lah jawabannya. Sadarilah wahai generasi muda, betapa pentingnya soft skill dalam menentukan karir kalian ke depan. Sering saya mendapatkan pertanyaan dari siswa/mahasiswa, yang kira-kira berbunyi, ”Bagaimana caran menumbuhkan soft skill yang bagus pada diri kita, sehingga kita dapat meraih karir gemilang di manapun?” Saya pun berusaha meyakinkan si penanya dengan solusi jawaban sebagai berikut.

1. Aktif Mengikuti Training Soft Skill

Dewasa ini tidak sulit bagi kita untuk mendapatkan institusi/lembaga yang khusus menangani training soft skill. Soft skill training tumbuh pesat, mengingat masalah terbesar bangsa ini terletak pada diri manusianya. Sikap dan perilaku atau attitude yang kurang baik sering menjadi permasalahan besar dan penghambat sinergi sistem pada sebuah organisasi. Ditambah dengan kurangnya motivasi, team work yang lemah, tidak pandai memimpin dan kurangnya public relations, makin lengkaplah penyebab kemunduran diri, perusahaan dan bangsa pada umumnya.

Banyak lembaga training di Indonesia menyediakan modul soft skill training. Soft skill training secara sederhana bisa dipahami sebagai pelatihan yang orientasinya lebih pada pengembangan dan perubahan sikap/attitude. Yang perlu kalian lakukan sekarang adalah mencari lembaga training soft skill yang cocok dan bagus. Training seperti ini akan dapat membantu Anda mengatasi keterbelakangan soft skill. Dengan begitu, soft skill seperti attitude, communication skill, leadership, English for businnes, public relation, strategic management, costumer relationship management, interpersonal skill, business development dan lain-lain akan cepat kalian pahami sebagai modal utama dalam sukses meraih karir gemilang. Anda bisa mencari di Google misalnya. Tidak sedikit lembaga-lembaga seperti ini yang menawarkan sistem paket, partai, spesial untuk siswa/mahasiswa, dan lain-lain, sehingga banyak memberikan kemudahan baik dari sisi materi maupun biaya.

Jikalau kalian belum/tidak bisa mengikuti training soft skill, minimal aktiflah mengikuti seminar, workshop, talkshow atau acara-acara lainnya yang menyuguhkan materi soft skill. Dengan demikian kalian mempunyai gambaran tentang apa itu soft skill dan bagaimana mengimplementasikannya.

2. Terjun dan Aktif Berorganisasi

Ikut dalam berbagai training, workshop, talkshow, seminar dan lain-lain yang berhubungan dengan soft skill takkan punya arti apa-apa jika kita tidak dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan sangat ideal jika training yang pernah kita ikuti dilengkapi dengan aktifnya kita di salah satu atau beberapa organisasi (Kesiswaan, kemahasiswaan, kepemudaan, sosial, Keagamaan bahkan organisasi politik, dan lain-lain).

Dewasa ini sangat banyak organisasi yang dapat kalian jadikan tempat untuk menumbuhkan dan mengembangkan soft skill. Kalian bisa pilih sesuai minat dan bakat. Di Sekolah/kampus sendiri tersedia banyak organisasi yang bisa diikuti seperti OSIS, Paskibra, Pramuka, PMR, BEM, Senat, UKM (kesenian, kerohanian, bidang-bidang olahraga), Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan lain-lain.

Di luar kampus kalian bisa ikuti salah satu organisasi kemahasisaan seperti HMI, PMII, KAMMI, GMNI, PMKRI, IRM. Bahkan kalian bisa ikut dalam organiasi kepemudaan seperti KNPI, FKPPI, Karang Taruna, Remaja Mesjid, atau mungkin ikut menjadi pengurus RT, RW, bahkan partai politik sekalipun. Mengikuti salah satu, dua, bahkan beberapa organisasi sekaligus akan sangat bermanfaat, selama kita dapat mengatur waktu sebaik-baiknya tanpa meninggalkan/mengabaikan kuliah sebagai prioritas kita dalam menimba ilmu, pengetahuan dan keterampilan.

Melalui organisasi itulah kalian akan banyak belajar tentang cara berhubungan dengan orang lain, membentuk team work, menjadi leader, menghadapi tekanan dari dalam dan luar organisasi, mengelola visi ke depan dalam memajukan organisasi, berdiskusi, berfikir untuk strategic planning, berkompetisi dengan organisasi lainnya, belajar memecahkan masalah, berbicara/presentasi di depan banyak orang, yang kesemuanya adalah soft skill. Jadi lengkaplah kompetensi seseorang, baik dalam mengenal dan menggali potensi diri maupun dalam berhubungan dan memengaruhi orang lain.

Jelaslah bahwa aktif dalam organisasi adalah modal dalam percepatan meraih karir gemilang.

3. Menjadi “Student Center Learning”

Guru/Dosen yang aktif di kelas dalam memberikan materi terbaik yang diajarkan adalah sebuah tuntutan dan kewajiban dari status yang diembannya. Namun dapatkah kalian sebagai Siswa/mahasiswa belajar dengan baik, termotivasi, dapat inspirasi, punya gairah belajar yang menggebu-gebu, happy ketika di kelas, tertantang untuk sharing, berdiksusi, kritis, senantiasa membangun paradigma/wacana baru ? Jika sampai saat ini kalian hanya sebagai pendengar setia di kelas, mulailah sedikit “nakal” dan “urakan”, namun tentunya yang positif yach…. Mulailah kritis dengan apa yang guru/dosen atau rekan anda sampaikan. Banyak belajar bertanya? Menginterupsi? Memberikan pandangan yang berbeda? Berdebat ? Berdiskusi ? Tidak usah khawatir, hal tersebut bukan merupakan sebuah pembangkangan atau takut kualat terhadap dosen. Namun itulah memang yang harus dilatih agar tidak terjadi mental block. Mental Anda akan semakin kuat, terlatih dalam berkomunikasi, akan lebih arif dan bijak dalam berpendapat, dan tentunya otak kalian tidak beku, selalu aktif terus berfikir dan bertindak kreatif.

Itulah intisari dari “Student Center Learning”. Proses pembelajaran bukan lagi berpusat pada guru/dosen, tapi siswa/mahasiswalah yang mempunyai peran aktif. Guru/Dosen sebagai fasilitator dan mediator hanya berperan sebagai pembuka pengantar dari materi yang disampaikan. Selanjutnya guru/dosen lebih banyak memberikan ruang kesempatan kepada siswa/mahasiswa untuk lebih aktif bergerak, berpikir, berbicara dengan berbagai konsep dan kemampuannya, untuk melatih mahasiswanya memahami berbagai kompetensi, baik hard maupun soft competency.

4. Berkeinginan Kuat

Akan sangat ideal jika kalian mengikuti ketiga cara yang saya sarankan di atas. Pemahaman tentang apa itu soft skill dan seberapa besar Anda menguasainya sangat ditentukan oleh seberapa aktif Anda mengikuti ketiga cara di atas. Jika ketiganya Anda jalankan dengan intensitas tinggi, maka karir gemilang di genggaman Anda. Namun jika Anda belum bisa atau belum siap mengikuti ketiga saran di atas, minimal kalian dari sekarang mempunyai keinginan kuat untuk mempelajari pendidikan soft skill sebagai kunci sukses dalam berkarir.

Keinginan kuat itu perlahan-lahan akan menghantarkan Anda kepada pendidikan soft skill yang disadari atau tidak meningkatkan kualitas interpersonal dan intrapersonal kalian. Itulah kenapa ada orang yang katanya tidak pernah ikut training, seminar, workshop atau bahkan kurang berorganisasi, namun terlihat percaya diri, optimis, semangat, kreatif dan tentunya sukses dalam berkarir. Kuncinya jelas ada pada keinginan kuat yang dilandasi dengan kerja keras.

Dari gambaran di atas jelaslah bahwa soft skill merupakan satu-satunya penentu utama kesuksesan karir seseorang. Betapapun anda mempunyai hard skill yang mumpuni, karir anda akan mandeg alias jalan di tempat bila kurang dari sisi soft skill. Semua pakar SDM sepakat bahwa dengan soft skill seseorang akan mudah meraih karir gemilang. Cag..

*Akademisi/Ketum Gema Asgar Jakarta

TIDAK ADA KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR