Stok Labu Darah di Garut Belum Sebanding Kebutuhan

TARKID, (GE). – Meski sempat terhenti kegiatan pelayanan akibat diterjang banjir bandang luapan sungai Cumanuk, 20 September lalu, kini aktivitas Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD-PMI) Garut mulai berangsur pulih.

Menurut Kepala UDD PMI Garut, Rahmat Wijaya, peristiwa banjir bandang tersebut memang sempat menghambat pelayanan PMI Kabupaten Garut. Hampir seluruh peralatan dan stok darah sempat terbawa arus Sungai Cimanuk.

Saat kejadian, tutur Rahmat, kantor Unit Donor Darah (UDD) PMI Garut juga ikut terendam. Kantor yang berada di depan RSU dr. Slamet itu bahkan kehilangan stok labu darah. Ini mengakibatkan pelayanan sempat terhenti selama satu hari usai banjir menerjang. Pihaknya pun berkoordinasi dengan daerah lain untuk menyuplai pasokan darah.


“Hari kedua aktivitas kantor dipindahkan ke Korem. Stok darah juga habis tersapu air. Kami lalu kumpulkan lagi stok darah. Salah satunya dari bantuan daerah lain,” kata Rahmat, di kantornya, Kamis (20/9).

Sejumlah daerah seperti Jakarta, Bandung, dan Cilacap membantu pengadaan stok darah. Apalagi pascabanjir, kebutuhan darah sangat diperlukan dengan banyaknya korban yang dirawat.

“Saat banjir semua alat terutama alat elektronik rusak. Kulkas penyimpanan darah juga tidak bisa digunakan. Tapi sekarang sudah ada bantuan untuk kulkas dari PMI Jakarta,” ucapnya.

Rahmat berharap, warga Garut bisa membantu pemenuhan stok darah saat ini. Salah satunya dengan kegiatan donor darah. Menurutnya, kebutuhan darah per bulannya di Garut mencapai 1.700 sampai 2.000 ribu labu.

“Beberapa perusahaan saat ini sudah menyampaikan kepedulian dengan melakukan donor darah. Bahkan salah satu perusanaan swasta menargetkan bisa mendonorkan sampai 1.000 labu,” ujarnya.

Saat ini penyumbang rutin darah ke PMI Garut, berasal dari TNI, Polri, ASN, dan kelompok pendonor. Sejumlah elemen tersebut sangat membantu dalam pemenuhan darah.

“Hingga saat ini, antara stok dengan kebutuhan yang ada belum seimbang. Kami harap ada kesadaran dari warga untuk mendonorkan darahnya,” pungkasnya. (Slamet Timur).***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI