Mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut Lirik Potensi Industri Bambu Selaawi

SELAAWI, (GE).- Potensi ekonomi industri bambu di Kecamatan Selaawi akan menjadi salah satu objek penelitian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Yasa Anggana dalam menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Ratusan mahasiswa menempuh kegiatan akademik itu di dua kecamatan yakni Kecamatan Selaawi dan Kecamatan Kersamanah. Acara pembukaan penempatan KKN dan PPM di Kecamatan Selaawi dilangsungkan pada Sabtu (09/04/2016), di Gedung Koperasi PGRI Kecamatan Selaawi.

Kegiatan dihadiri Ketua Yayasan STIE Yasa Anggana, dosen pembimbing, Camat Selaawi, serta seluruh kepala desa se-Kecamatan Selaawi. Kesempatan itu sekaligus juga pembekalan kepada mahasiswa yang disampaikan sejumlah narasumber.

Dikatakan Deni Rustandi, Direktur Lembaga Penelitian STIE Yasa Anggana, potensi ekonomi industri bambu di Kecamatan Selaawi yang menjadi bagian dari entrepreneur masyarakat merupakan salah satu objek yang akan dijadikan bahan penelitian dan pembelajaran bagi para mahasiswa.

Dalam kesempatan itu, diberikan bantuan mesin serutan bambu dari salah satu lembaga keuangan yang cukup terkenal di Kabupaten Garut yang diterima simbolis oleh Camat Selaawi, Ridwan Efendi.

Camat mengucapkan terima kasih serta selamat datang kepada dua ratus sepuluh mahasiswa STIE Yasa Anggana yang akan menjalani KKN dan PPM di Kecamatan Selaawi. Dirinya merasa bangga industri kerajinan bambu di kecamatan yang ia pimpin menjadi bahan kegiatan dan pembelajaran para mahasiswa STIE Yasa Anggana.

Dijelaskannya, dari dua ratus sepuluh mahasiswa STIE Yasa Anggana yang mengikuti kegiatan KKN dan PPM, akan dibagi ke sembilan desa yang ada di dua kecamatan. Di masing-masing desa akan ditempatkan sebanyak dua puluh mahasiswa.

Kerajinan bambu memang sudah melekat dengan nama Kecamatan Selaawi. Kreatifitas warga dalam menghasilkan produk-produk kerajinan berbahan bambu telah mengangkat nama kecamatan tersebut. Pemasarannya bukan hanya dalam negeri saja tapi sudah merambah luar negeri.

Kerajinan bambu hasil perajin Selaawi terdiri dari berbagai jenis. Kebanyakan merupakan peralatan rumah tangga tradisional. Diantaranya bakul, kipas tangan, tempat lampu hias, tempat tisu, dan perkakas lainnya.

Selain perkakas rumah tangga, kerajinan bambu yang juga populer dari Selaawi yaitu sangkar burung. Sangkar burung buatan perajin Kecamatan Selaawi, khususnya Desa Mekarsari, banyak diminati pecinta burung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kerajinan bambu di Selaawi merupakan komoditas potensial yang bisa menjadi komoditi unggulan yang dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. (Useu G Ramdani)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN