Sosialisasi Empat Pilar di Cisalak, Hj. Siti Mufattahah: “ Peran Ibu Rumah Tangga Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata”

ANGGOTA DPR RI dari daerah pemilihan ( Dapil ) Jawa Barat XI, Hj.Siti Mufattahah kembali melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan kepada ibu PKK , Majelis Ta’lim . Kegiatan itu digelar bulan Februari 2018 lalu, di Kampung Cisalak, Desa Rancasalak, Kecamatan  Kadungora , Kabupaten Garut, Jawa Barat. Selain bertemu dengan ibu ibu PKK,  Hj. Siti Mufattahah juga berkesempatan berdialog dengan masyarakat umum Kampung Cisalak.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Siti mengungkapkan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa terhadap diri dan lingkungannya.  “ Mengutamakan kesatuan dan persatuan bangsa, serta kesatuan wilayah yang dilandasi 4 (empat) Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ungkap Hj.Siti disela-sela dialog bersama ibu ibu PKK saat itu.


Dikatakannya , maksud dan tujuan sosialisasi ini untuk menumbuh-kembangkan persatuan dan kesatuan bangsa, memberikan pemahaman serta wawasan kebangsaan.  Ia berharap melalui sosialisasi tersebut dapat meningkatkan rasa persatuan, dan kesatuan menuju masyarakat yang semakin sejahtera.

“ Pemahaman nilai-nilai wawasan kebangsaan merupakan kebutuhan mutlak, terutama bagi  masyarakat di tengah arus globalisasi dan proses demokrasi dewasa ini. Penerapan konsep wawasan kebangsaan yang baik, dapat membentuk manusia Indonesia seutuhnya serta menguatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” tuturnya.

Dijelaskannya, seseorang yang memiliki pemahaman wawasan kebangsaan yang kuat akan mempunyai semangat cinta tanah air. Sebaliknya, jika kehilangan wawasan tentang makna hakikat sebuah bangsa dan kebangsaan, akan mendorong terjadinya disorientasi dan perpecahan, konflik dan ancaman desintegrasi bangsa.

“ Berbagai masalah kebangsaan yang timbul belakangan ini akan dapat diatasi secara beradab dan elegan apabila terdapat toleransi dan kebenaran tidak lagi menjadi monopoli mayoritas. Dalam penyelesaian setiap permasalahan seyogyanya dapat dilakukan secara musyawarah untuk mencapai kesepakatan, bukan melalui tekanan yang diciptakan melalui aksi – aksi,” katanya.

Diharapkannya, ibu-ibu PKK , Ibu -ibu majelis Ta’lim di Kampung Cisalak dapat  mengaplikasikan esensi empat pilar kebangsaan. Melalui peran keluargalah moralitas bangsa ini dapat terlahir. Baik buruknya moral generasi muda adalah bagaimana baik buruknya pendidikan keluarga di masyarakat.

” Peranan ibu rumah tangga tidak bisa dianggap sebelah mata. Apalagi di tengah pergaulan masyarakat yang cenderung bebas dan tidak teratur seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu, sosialisasi empat pilar kebangsaan  kepada ibu-ibu rumah tangga saat ini menjadi penting sebagai benteng terakhir menjaga moral bagi keluarga,” tandasnya.

Dihadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga,  ia  mengapresiasi peran ibu-ibu dalam menjaga moral keluarga meskipun dihadapkan pada tugas dan kewajiban sehari-hari yang tidak ringan.

“Disaat sibuk dengan urusan rumah tangga, melayani suami dan anak-anaknya, namun seorang ibu bisa tetap tegar dan kuat menjaga keluarganya dari hal-hal yang mengancam moral, seperti bahaya narkoba, bahaya ideologi terorisme sampai bahaya seks bebas,”  pungkasnya.  (TAF Senopati/ adv.)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI