Soal Galian Pasir di Tutugan leles, Bupati Garut : “Saya jadi Kambing Hitam”

Rudy Gunawan, Bupati Garut.***

GARUT, (GE).- Terkait galian pasir di kawasan Leuwueung Tiis, di betulan Jalan Tutugan Leles, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Bupati Garut, Rudy Gunawan mengaku hal tersebut bukan kewenangannya. Menurut Rudy, untuk tambang pasir di kawasan tersebut merupakan kewenangan pihak pemerintah Provinsi Jawa Barat.

” Itu harusnya kewenangan provinsi (Jawa Barat) bukan kewenangan Pemkab Garut lagi. Saya sudah mengirim surat mengenai galian C, tolong diteliti oleh Provinsi. Saya sudah mengirim surat tiga kali ke provinsi,” kata Rudy,  kepada sejumlah awak media, Senin (13/08/2018).

Diakuinya, selain mengirim surat ke pihak pemerintah Provinsi, Pemkab Garut juga telah melayangkan surat khusus ke pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jabar. Isi suratnya sendiri menurut Bupati Garut terkait permintaan supaya dilakukannya penelitian terhadap perizinan, termasuk izin lingkungan. Akibat adanya galian pasit di akwasan tersebut, bupati merasa menjadi “kambing hitam.”


“Saya telah mengirim surat ke pemerintah provinsi (Jabar) tiga kali. Meminta supaya dilakukan penelitian terhadap izin izin, termasuk izin lingkungan. Saya sudah kirimkan surat ke polda untuk melakukan penelitian apakah berizin. Saya ini menjadi kambing hitam dengana adanya galian pasir ini,” katanya.

Rudy mempertanyakan, apakah galian galian punya amdal atau tidak. Terlebih galian (C) seluas lebbih dari lima hektare. Ia menegaskan, khusus untuk galian pasir di kawasan Jalan Tutugan, Leles, Pemkab Garut tidak mengeluarkan izin.

“Ya, berbahaya (galian pasir di Tutugan Leles). Apakah galian-galian (pasir) punya amdal apa tidak? Karena lebih dari lima hektrae, itu wjaib memiliki amdal. Pemkab Garut tidak mengeluarkan (izin) amdal untuk yang di Leles itu,” ungkapnya.

Galian pasir di kawasan Leles dalam sepekan terakhir menjadi sorotan publik akibat terjadi insiden seorang sopir truk warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, yang dikabarkan tewas tertimpa batu akibat longsoran pasir di lokasi penambangan pasir Tutugan Leles, Selasa (7/8/18) lalu.

“Saya prihatin, bagaimana lagi kalau sudha dizinkan oleh Pemda (Garut) dulu. Itu salah satu untuk kepentingan pribadi, saya mau mengirim surat lagi. Bila perlu saya melporkan kalau ada tindak pidananya. Yang berwenang menutup (galian pasir) itu adalah provinsi,” tandasnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI