SMPN 4 Garut Juara O2SN Jabar Cabang Tenis Meja

Andre (kiri) berphoto bersama Kepala SMPN 4 Garut, Burhan, S.Pd, M.M.Pd, usai pertandingan O2SN tingkat jawa Barat di Cirebon.*

SEKOLAH Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Garut telah memasuki masa keemasannya. Berbagai prestasi telah diraih sekolah baik di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

Baru-baru ini, Andre Cristian Gunaya, kembali mencatatkan nama dalam raihan rentetan prestasi SMPN 4 Garut. Siswa kelas VII ini, berhasil menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Barat pada ajang Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Andre berhasil meraih emas setelah mengalahkan lawannya dari Kota Tasikmalaya.

Saat pertandingan final berlangsung, Andre menang mudah dari lawannya dengan skor 3-0. Kedepannya, Andre akan menjadi andalan Jabar dalam perhelatan O2SN di tingkat nasional. Andre optimis akan membawa pulang emas pada ajang O2SN tingkat nasional yang akan dihelat dua bulan ke depan.

Andre mengatakan, meski dalam pertandingan O2SN di tingkat provinsi ia tak menemui kendala berarti, namun latihan di luar pertandingan akan terus dioptimalkan. Pasalnya, pasti akan ada kejutan-kejutan pada pertandingan di tingkat nasional.

Ia berharap dukungan terus mengalir kepda dirinya. Menurutnya, saat ini dukungan penuh baru didapatnya dari pihak sekolah dan PTMSI. Sementara dari Pemkab Garut sendiri belum pernah ia rasakan.

Meski begitu, janji Andre, dirinya akan terus berusaha membawa nama baik sekolah dan Kabupaten Garut. Harapannya, Garut bisa manggung di dunia tenis meja melalui tangan dinginnya.

“Meski kurang diperhatikan saya akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi nama baik daerah dan sekolah,” ujar Andre dengan nada polos khas dirinya saat ditemui di SMPN 4 Garut, Jumat (10/6/2016).

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Garut, Burhan, S.Pd., M.Pd, mengatakan keberhasilan Andre dalam meraih prestasi di tingkat provinsi dan even lainnya tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Ia berharap Andre bisa terus meningkatkan prestasinya sampai cita-citanya menjadi seorang atlet andal bisa terealisasi.

Sebagai penanggung jawab di sekolah, kata Burhan, dirinya berkewajiban terus membimbing dan menyalurkan bakat yang dimiliki Andre. Belum lama ini, SMPN 4 Garut, telah menyediakan tempat latihan khusu para siswanya yang memiliki kepiawaian dalam olah raga tenis meja.

“Sarananya telah lengkap. Papan tenis dan berbagai perlengkapannya telah disediakan. Mudah-mudahan akan muncul Andre yang lainnya,” harap Burhan penuh antusias.

Namun dirinya memiliki harapan kepada pemerintah agar memberikan perhatian lebih terhadap Andre yang memiliki bakat luar biasa. Pasalnya jika Andre dilepas begitu saja, tentunya akan menjadi kerugian besar bagi Kabupaten Garut.

“Saat ini pihak sekolah masih bisa membentengi Andre dari godaan Kabupaten/Kota lain yang ingin merekrut dirinya. Namun jika kondisi ini terus dibiarkan jangan-jangan Andre tergoda dan pindah kependudukan,” katanya.

Belum lama ini, kata Burhan, Kota Tasik, menjadi salah satu daerah yang paling agresif untuk merekrut Andre agar mau pindah. Bahkan Pemkot Tasik mengiming-imingi satu unit rumah dan uang pembinaan. Namun berhasil diredam oleh pihak sekolah.

Jadi, saya berharap Pemkab bisa melihat peluang terkait masa depan Andre di bidang olah raga tenis meja. Sehingga Andre bisa terus membela Garut dalam berbagai even olah raga. (Farhan SN)***