SMPN 3 Cikelet Garut Bina Seni Tradisional

CIKELET, (GE).-  Kemeriahan resepsi pernikahan pasangan Ratna Fauziah dan Anas di Kampung Cikarang RT. 01/02 Desa Awassagara Kecamatan Cikelet  beberapa minggu lalu begitu terasa, terlebih diawali prosesi upacara mapag  panganten  oleh Ki  Lengser diiringi lenggok gemulai para penari dari sanggar seni “Sagara Winaya” OSIS SMPN 3 Cikelet.

Penampilan memukau yang ditampilkan bukan yang pertama dilakukan siswa binaan Guru Seni Budaya SMPN 3 Cikelet, Yedi Susanto, S.Pd.I itu. Bahkan, siswanya ternyata bukan hanya piawai dalam membawakan upacara adat mapag  panganten saja, namun kerap tampil pada perhelatan akbar saat desa-nya kedatangan tamu agung.  Berkat latihan rutin sesuai jadwal ekskul, kata Yedi didampingi PKS Kesiswaan SMPN 3 Cikelet Nurhayati, S.Pd, sanggar seni binaannya mendapat apresiasi masyarakat, terbukti dengan mengalirnya undangan pentas.

“Selain sering tampil dalam acara hajatan, siswa kami pun sering terlibat  dalam acara pemerintahan desa, seperti penyambutan Bupati atau setiap digelarnya lomba desa,” tutur Yedi.
Diakui Ketua Komite SMPN 3 Cikelet, Usep


Muhidin, pihaknya merasa bangga menyaksikan putra-putri Desa Awassagara memiliki talenta seni yang cukup mumpuni. Ia menilai, langkah personal sekolah dalam membina dan mengembangkan seni budaya lokal sangat tepat. Pasalnya, beber Usep, selain seni tradisional lainnya disamping silat, seni lengser mapag panganten pun perlu dilestarikan.

“Saya bangga dan mendukung kegiatan yang dilakukan, sekaligus menaruh harapan besar kepada pihak sekolah agar mampu mendorong tumbuhkembangnya prestasi siswa, termasuk prestasi seni,” ujar Usep.

Menurut Kepala SMPN 3 Cikelet, Ridwan, S.Pd saat mendampingi pentas seni sanggar “Sagara Winaya” dalam perhelatan pernikahan warga Kampung Cikarang, pihaknya membuka lebar terselenggaranya pengembangan bakat minat siswa melalui kegiatan ekskul. Program ini, kata Ridwan sesuai dengan visi SMPN 3 Cikelet itu sendiri, yakni terwujudnya sekolah sebagai tempat pengembangan potensi lokal, dalam upaya membentuk generasi mandiri dan berbudi luhur dilandasi imtak dalam upaya mendorong tumbuhkembangnya prestasi membanggakan.

“Saya melihat langsung kolaborasi harmonis antara siswa dan guru melakukan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya. (Farhan SN/Roy)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI