SMPN 2 Cikajang Garut Raih Penghargaan “Raksa Prasada” Tingkat Provinsi

SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Cikajang yang dinahkodai oleh Wawan selaku Kepala Sekolah kembali meraih prestasi terbaiknya. Baru-baru ini SMPN 2 Cikajang meraih penghargaan “Raksa Prasada” untuk kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017.

Penghargaan Raksa Prasada kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan (SBL) tingkat Provinsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan bertempat di Lapang Parkir Barat, Gedung Sate Jalan Dipenogoro No.22 Bandung, Senin (17/7/17).

Wawan (Kepala SMPN 2 Cikajang, Garut)

Sebelumnya, SMP Negeri 2 Cikajang juga meraih penghargan dengan kategori yang sama untuk tingkat Kabupaten Garut yang diserahkan langsung oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan.


“Semua prestasi tersebut diraih berkat kerja keras semua pihak, mulai dari kepala sekolah, guru dan seluruh siswa di SMPN 2 Cikajang dalam menerapkan program lingkungan bersih dari sampah untuk menuju sekolah hijau (go green school),” tutur Wawan.

Salah satu program yang diterapkan adalah dengan membuat Bank Sampah dan mengembangkan pola tanam hydroponik. Bank sampah menjadi tempat kumpulan sampah baik organik, non organik dan barang bekas berbahaya (B3), yang bisa diolah atau didaur ulang menjadi barang yang bermutu atau bermanfaat, seperti sampah bekas minuman dari plastik bisa diolah atau didaur ulang menjadi tempat penyimpanan tissue.

Selain bank sampah, SMP Negeri 2 Cikajang juga menerapkan pola tanam hydroponik, dimana pupuk yang digunakan untuk tanaman hydroponik tersebut adalah pupuk kompos hasil dari olahan atau daur ulang bank sampah. Salah satu jenis tanaman yang dikembangkan adalah jenis tanaman sayuran seperti Selada Bokor, Bawang Daun,Seledri dan yang lainnya.

Dari hasil olahan bank sampah maupun pola tanan hydroponik tersebut selain menciptakan lingkungan sekolah yang hijau, bersih, bebas dari sampah juga bisa menjadi sumber pendapatan. Sebagian hasil pengolahan bank sampah dan pola tanam hydroponik dijual ke masyarakat yang ada di lingkungan sekolah.

Dengan adanya bank sampah dan pola tanam hydroponik di SMP 2 Cikajang, diharapkan dapat menimbulkan kesadaran bagi seluruh siswa akan lingkungan bersih bebas sampah sehingga untuk menuju sekolah hijau bisa tercapai.

“Mudah-mudahan seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Cikajang bisa menerapkan program bank sampah dan pola tanam hydroponik di luar lingkungan sekolah seperti lingkungan keluarga dan masyarakat” tutur Wawan. (Dedi Sofwan) ***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI