SMK YBKP3 Gelar Wisuda Angkatan XI, Seratus Lebih Tenaga Kesehatan Profesional Siap Mengabdi

GARUT, (GE).- SMK Yayasan Bhakti Karya Penunjang Pembangunan Pendidikan (YBKP3) Garut menggelar Wisuda dan Angkat Sumpah/Janji Asisten Tenaga Kesehatan kepada 164 wisudawan angkatan XI tahun pelajaran 2017-2018, di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang No. 2, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (12/05/2018).

Acara tersebut dihadiri oleh Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, Rika Sumaryati, S.Si.Apt., staf ahli Bupati Garut, Mahmud, M.Pd., Dinas Kesehatan Garut yang diwakili H. Yodi Sirodjudin, Ketua DPW Asaski Jabar Iwan Ridwan, S.Kep., APMFI Jabar Mochamad Yusup, Anggota DPRD komisi D Karnoto S.Kep.M.Si., tamu undangan dan orang tua siswa.


Pada kesempatan tersebut, Ketua Penyelenggara/Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Iis Maryani, S.si.,Apt.M.M., mengumumkan jumlah seluruh peserta wisuda 164 siswa, terdiri dari 129 wisudawan kompetensi farmasi dan 35 wisudawan kompetensi keperawatan.

“Ucapan terimakasih kepada  staf dan guru SMK YBKP3 serta panitia yang telah membantu acara wisuda ini, penyelenggaraan wisuda ini merupakan historis pertama di SMK YBKP3 Garut. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua Yayasan Bina Karya Insan Cendikia (YBKIC) dan pemerintah kabupaten Garut yang telah memfasilitasi gedung pendopo untuk dijadikan tempat acara ini berlangsung,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK YBKP3, Noni Cahyana, S.Si. Apt.M.Farm. Apt.M.M., dalam sambutannya memberikan pesan yang cukup mendalam bagi para wisudawan dan wisudawati yang telah menempuh pendidikan selama 3 tahun tersebut. Pihaknya berharap agar anak didiknya tersebut bisa menjadi masyarakat yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara kelak di kemudian hari.

Memang perjalanan bagi seorang lulusan SMK masih panjang, namun bekal ilmu pengetahuan yang diberikan oleh sekolahnya itu akan sangat membantu dalam menempuh pendidikan-pendidikan selanjutnya.

Diharapkannya, para wisudawan dan wisudawati terus maju dan pantang menyerah dalam menghadapi masa depan. Kerja keras, menjadi kunci utama untuk menyongsong masa depan yang gemilang.

“Kelulusan ini hendaknya dimaknai sebagai awal dari sebuah perjalanan hidup selepas pendidikan menengah dengan berbagai permasalahan hidup yang harus dihadapi kelak, sesuai visi kami pendidikan yang menghasilkan lulusan yang religi dan profesional di bidang kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia Rika Sumaryati, S.Si.Apt., mengatakan Sejalan dengan perkembangan bidang kesehatan, khususnya bidang farmasi, berkembang pula lah sekolah ini, baik kuantitas maupun kualitasnya. Akhirnya dibakukanlah pedoman penyelenggaraan pendidikan tenaga Asisten Apoteker dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor 62983/Pend, yang kemudian diperbaiki dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor 106/Pen tanggal 1 Juni 1961.

“Perkembangan dan pertumbuhan masyarakat dewasa ini dan kecenderungan pelayanan kesehatan yang makin meningkat dan kompleks, memerlukan tenaga kesehatan yang memiliki sifat etis dan profesional,” tandasnya.

Dijelaskannya, hal tersebut sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan bahwa hanya mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan umum setingkat sekolah menengah tingkat atas.

“Sehingga yang dapat mengikuti pendidikan di bidang kesehatan dan Rencana Pengembangan Tenaga Kesehatan Menuju Indonesia Sehat menegaskan bahwa tenaga kesehatan profesional adalah tenaga kesehatan tingkat ahli madya atau tingkat sarjana,”  jelasnya. (Hendra YG)***

Editor: kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI