SMAN 1 Garut Bersiap Kembali jadi Wakil Jabar dalam LSS Tingkat Nasional 2018

Bupati Garut, Rudy Gunawan, didampingi PJ Sekda Garut, Yatie Rochyatie menerima Tim Verifikasi LSS Tingkat Nasional di Kampus SMAN 1 Garut, Rabu (05/09/2018)***

GARUT,(GE).- SMAN 1 Garut kembali ditunjuk mewakili Jawa Barat di ajang Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2018. Mennyusul penunjukan tersebut, tim Verifikasi LSS Tingkat Nasional menyambangi kampus salah satu SMA favorit tersebut, Rabu (05/09/2018.

Seperti diketahui, SMAN 1 Garut akan berkompetisi dalam LSS tahun 2018 bersama sejumlah sekolah setingkat SMA dari beberapa provinsi yang meliputi Provinsi Jambi, Kalimanatan Barat, Yogakarta, Sumatera Selata, Aceh, Sulawesi Selatan, dan Bengkulu.

Saat tiba kampus SMAN 1 Garut, Tim yang diketua Agus Suharyanto, diterima langsung Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, didampingi Kepala SMAN 1 Garut, Drs. Achdiat Kusdani, M.Pd, di Ruang Rapat SMAN 1 Garut. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Drs. Didit Fajar Putradi, M.Si., para kepala SKPD, serta guru dan siswa setempat.


Kepala SMAN 1 Garut, Achdiyat Kusdani, mengungkapkan, sekolah yang berdiri pada tahun 1958 ini memiliki 1350 peserta didik dan 37 Kelas, dengan prestasi yang cukup membanggakan, karena telah beberapa kali menjuarai berbagai lomba dalam berbagai tingkat, mulai kabupaten, provinsi hingga nasional. Dalam kaitannya dengan lomba sekolah sehat, sekolah SMA tertua di Kabupaten Garut ini memang kesehariannya telah menerapkan berbagai budaya sehat untuk para peserta didiknya

”Berbagai program yang kita galakan di bidang kesehatan di sini (SMA1/red.), selain siswa mendapat pelayanan kesehatan, anak-anak sudah dibiasakan membuang sampah sepulang sekolah, bahkan di luar sekolah kami melaksanakan ‘Operasi Semut’ di lapangan Kherkoff dan di area Car Free Day yang dilaksanakan sebulan sekali untuk memungut sampah serta sosialisasi anti merokok di Angkutan Umum,” ujar Ahdiat, dihadapan Bupati Rudy Gunawan dan Tim Verifikasi LSS Tingkat Nasional.

Dijekaskannya, sejak dulu pihaknya sudah mengawali hal-hal kecil untuk menjaga kebersihan, karena masalah lingkungan harus diperhatikan.

“ Inilah beberapa kegiatan pola hidup bersih dan sehat yang kami lakukan di sekolah sebagai prinsip bagian dari belajar,” katanya.

Sementara itu, Bupati Garut H. Rudy Gunawan mengatakan, meski saat ini Sekolah Menengah Atas/ Kejuruan kini berada di bawah naungan Provinsi Jawa Barat, namun sekolah-sekolah itu tetap milik Pemkab Garut karena berada di Garut dan siswa-siswinya asli warga Garut.

” Provinsi hanya sebagai pengelola. Untuk itu saya persilahkan kepada Tim Verifikasi Lomba Sekolah Sehat untuk melakukan verifikasi seobjektif mungkin. Saya harap semoga berjalan sukses, dengan siswa-siswi yang cerdas, serta berakhlakul kharimah. Kita berdoa semoga sekolah ini mendapat hasil yang maksimal, karena biasanya bila sudah diverifikasi kita akan memperoleh terbaik,” ujar Rudy, yang disambut riuh rendah tepuk tangan hadirin.

Ketua Tim Verifikasi LSS Provinsi Tingkat Nasional, Agus Suharyanto menyebut,salah satu hal mendasar penilaian yaitu adanya Tim Pembina UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) mulai dari tingkat provinsi, kabupaten kota sampai tingkat kecamatan.

“Aspek yang dinilai antara lain kebersihan sarana prasarana kelas, ruang guru, kantin, toilet, air bersih, tempat cuci tangan, kondisi tempat sampah dan UKS,” paparnya. Manajemen pembinaan dan pengelolaan UKS yang baik juga menjadi nilai tambah. Selain tim pembina, UKS juga harus memiliki tim pelaksana. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI