Situ Sarkanjut, Sebuah Potensi Wisata di Kawasan Desa Dungusiku

GARUT, (GE).– Situ Sarkanjut, atau warga sekitar biasa menyebutnya SKJ, adalah sebuah kawasan perairan yang luasnya mencapai 2,3 hektare. Selama ini Situ Sarkanjut merupakan sumber air andalan bagi warga sekitar, terlebih di musim kemarau.

Selain sebagai sentra penampung air andalan, Situ ini juga dinilai sebagai sebuah kawasan potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam yang cukup menjanjikan. Situ ini secara terotorial merupakan wilayah Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Yoyoh, yang merupakan Kepala Desa Dungusiku yang mengatakan, bahwa Situ Sarkanjut (SKJ) merupakan salah satu aset Desanya yang cukup potensial. Hanya saja, hingga saat ini belum tereksplorasi secara maksimal. Ia bertekad akan menata kawasan ini sehingga benar-benar bisa dijadikan kawasan wisata alam.


Dari catattan sejarah, Desa Dungusiku telah berdiri sejak tahun 1891. Sebagian besar masyarakatnya dari dulu hingga saat ini masih menggantungkan hidupnya dengan bertani padi. Memang kawasan Desa Dungusiku didominasi areal pesawahan. Dimana sebagian besar pengairannya tak terlepas dari Situ Sarkanjut (SKJ).

“Situ tersebut, jika diberdayakan bukan hanya bermanfaat untuk pengairan lahan pertanian, akan tetapi sangat potensial untuk dijadikan tempat parawisata, dan perikanan. Sehingga ke depannya akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) Dungusiku,” kata Yoyoh, saat dijumpai “GE” belum lama ini.

Diungkapkannya, pada musim kemarau, manfaat Situ SKJ itu memang sangat dirasakan sekali oleh para pelaku tani. Terutama bagi para petani di sebelah timur situ tersebut yang memiliki sawah “guludug” di Blok Panunggangan, Cireungas, Pasir Cikur, Cirayap, dan Neunggeng. Begitu pula bagi para petani di sebelah utara Situ SJK yang menggarap sawah tadah hujan di Blok Raja Goah, Citimun, Babakan Citimun, Kiraja dan Cibolang.

“Oleh karena itu, supaya situ tersebut tetap bermanfaat untuk pengairan, maka kita harus memikirkan, bagaimana untuk memperlancar irigasi yang mengairinya,” ungkapnya.

Disamping itu, masih menurut Yoyoh, irigasi yang bersumber dari Situ SJK itu tetap lancar,sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk budidaya perikannan, seperti ikan mas dan ikan nila yang akan menghasilkan pendapatan asli desa. Bahkan, untuk menambah penghasilan sampingannya, Situ SKJ bisa dijadikan sebagai tempat wisata pemancingan.

“Situ SKJ juga sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata mainan air, seperti Perahu, luncuran, dan Sepeda Air. Begitu juga pada bagian daratnya bisa dimanfaatkan untuk mainan, mini train, ayunan, jungkat jungkit, ayunan bangku, dan mangkok putar, serta wisata kuliner,” ungkapnya. (Ilham Amir/Asep Tansa)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI