Siswa SMPN 3 Cikelet Siap “Tandang Makalangan” di Ajang OSN Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2017

PARA siswa terbaik dari SMPN 3 Cikelet (jongkok), siap mengikuti ajang Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten Garut tahun 2017, Sabtu (11/3) di SMPN 2 Tarogong Kidul. (Roy/GE)***

CIKELET, (GE).- Pengalaman adalah guru terbaik. Itulah ungkapan motivasi para siswa SMP Negeri 3 Cikelet yang akan bertarung di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Garut, Jawa Barat, tahun 2017. Mereka adalah Dede Subhana (IPA), Tasya Nurasiah (Matematika) dan Raja Naufal Fadhil Nursusanto (IPS).

“Kami memang tidak muluk-muluk bisa meraih gelar juara. Sebab, menimba pengalaman dalam berkompetisi adalah hal paling berharga bagi masa depan prestasi para siswa terbaik kami,” kata Wakasek SMPN 3 Cikelet, Endang Tamimi, S.Pd, M.M.Pd, didampingi guru pembimbing OSN, Hasanudin, S.Pd.

Pernyataan Endang Tamimi diamini para siswa. Dede Subhana mengaku sangat bangga bisa mewakili sekolahnya berkompetisi di ajang OSN tingkat Kabupaten. Paling tidak, katanya, mereka mempunyai pengalaman berlomba. Juga bisa bersilaturahmi dengan para siswa dari kota yang selama ini mendapat pendidikan dengan dukungan berbagai fasilitas cukup memadai.


Bagi para siswa di pelosok Garut Selatan, lanjut Edang, mengikuti ajang OSN di tingkat kabupaten bukan perkara gampang. Kemampuan mereka harus lebih paripurna dibanding para siswa di perkotaan. Selain  harus dibekali kompetensi sains memadai, mereka juga dituntut memiliki daya tahan tubuh prima. Masalahnya, untuk bisa mencapai tempat kompetisi mereka harus menempuh perjalanan panjang, lebih dari 100 km. Dari Desa Awahsagara menuju kota Kecamatan Cikelet saja, terlebih dahulu mereka harus menempuh perjalanan terjal berliku menggunakan ojek sejauh 10 km dengan ongkos Rp 50 ribu/orang.

Karena itu, bukannya tidak ingin eksis seperti para siswa di kota. Akibat berbagai keterbatasan, banyak sekolah di pelosok Garut Selatan tidak mengirimkan perwakilannya ke ajang OSN Kabupaten Garut tahun 2017, yang digelar Sabtu (11/3/17) di SMPN 2 Tarogong Kidul.

“Bukannya pesimis, selain kelelahan, secara psikologis siswa kami banyak menanggung beban,” ungkap Endang. (Roy/Farhan SN)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI