Sikapi Pembangunan Jembatan Cipeujeuh, Awak Angkutan Umum di Garut Ancam Lakukan Mogok Massal

Proses pembangunan Jembatan Cipeujeung Garut, saat malam hari, baru-baru ini.***

GARUT,(GE).- Terkait semrawutnya pembangunan Jembatan Cipeujeuh, sejumlah awak angkutan umum (angkum) se Kabupaten Garut akan melakukan mogok massal. Selain terkait Jembatan Cipeujeuh dinilai merugikan, aksi mogok massal yang akan digelar besok, Selasa (28/08/2018) tersebut, para awak angkum juga kembali akan mempertanyakan keberadaan angkutan berbasis online.

“Ada dua hal yang kita sikapi dalam aksi yang akan dilakukan, yaitu masalah angkutan berbasis online dan perbaikan jembatan Cipeujeuh. Untuk masalah angkutan berbasis online ini, sejak awal aksi kita menyikapi hal tersebut belum jelas juga bagaimana meski sebelumnya kita diterima oleh Wakil Bupati Garut dan Kapolres Garut,” ujar Sekretaris Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadinya, Senin (27/8/2018).

Yudi menyebut, angkum berbasis online hingga saat ini belum jelas payung hukumnya. Ia juga menanggap, pihak perusahaan aplikasi angkutan berbasis online tidak menunjukan itikad baik.


“Para pengusaha angkutan berbasia online ini tiba-tiba datang saja ke Garut dan melakukan usaha di sini. Tentunya ini sangat kita sesalkan padahal kita memiliki adat ketimuran,” katanya.

Sementara, soal perbaikan jembatan Cipeujeuh, diakuinya, pihak Organda Kabupaten Garut tidak pernah diajak komunikasi. Padahal komunikasi sebaiknya dilakukan mengingat banyaknya angkutan yang mengarah ke selatan dan menggunakan jalur tersebut.

“Kita (Organda) tidak pernah diajak duduk bersama terkait perbaikan ini. Padahal dampaknya sangat besar sekali terhadap pengusaha hingga sopit angkutan yang melalui jalur tersebut,” tukasnya.

Diakuinya, saelama proses pembangunan (jembatan) para awak angkutan mengeluhkan jauhnya jarak tempuh dibanding sebelumnya sehingga harus menambah BBM setiap harinya.

” Biasanya setiap kendaraan bisa melakukan penarikan sebanyak delapan rit, sekarang ini paling maksimal hanya 5 rit saja. Otomatis ini mengurangi pendapatan, apalagi ditambah jumlah literan BBM yang dikeluarkan karena pilihan jalannya cuma dua,” keluhnya. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI