Sidang Kasus Suap Pilkada Garut 2018, Dua Mantan Anggota Panwaslu dan KPU Garut Dituntut Penjara plus Denda Sejumlah Uang

ilustrasi.net

GARUT,(GE).- Proses hukum kasus suap penyelenggara Pilkada Garut 2018 memasuki agenda sidang tuntutan. Seperti diketahu dalam kasus tersebut mantan Ketua Panwaslu Garut Heri Hasan Basri dan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut, Ade Sudrajat dinyatakan sebagai tersangka.

Dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Bandung, Rabu (15/8/2018), Ade Sudrajat dituntut 2 tahun 6 bulan dan pidana tambahan berupa denda Rp 50 juta.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Isnan, meminta agar majelis hakim menyatakan kedua terdakwa bersalah atas tindak pidana korupsi sebagaimana diatur di Pasal 5 ayat 2 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUH Pidna.


Dalam tuntutannya, JPU menuntut Heri Hasan Basri dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta‎ subsidair 3 bulan kurungan.

Heri Hasan Basri dan Ade Sudrajat didakwa terlibat kasus suap untuk meloloskan pasangan calon independen di Pilkada Garut, Soni Sondani-Usep Nurdin.

Dalam kasus itu, Heri Hasan Basri didakwa menerima s‎uap Rp 10 juta dari terdakwa lainnya, Didin Wahyudin yang merupakan tim sukses pasangan calon Soni Sondani-Usep Nurdin.

Untuk tujuan yang sama, Ade Sudrajat dituduh menerima uang Rp 100 juta dan mobil merek Daihatsu Sigra.

Usai mendengarkan tuntutan, Ade Sudrajat tampak menunduk seraya tangan memegang kepala. Sementara itu Ade dan Heri akan membacakan pembelaannya pada sidang pekan depan. Sidang dipimpin oleh hakim Sudira.

Sebelumnya kasus ini diungkap Satgas Mafia Anti Money Politic yang melibatkan Polda Jabar dan Mabes Polri pada Februari 2018 lalu. (Tim GE)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI