Siap-siap ! Tahun 2018, Kemungkinan KA Cibatu-Cikajang Mulai Diaktifkan

CIBATU, (GE).- Kepastian tentang rencana pengaktifan kembali kereta api jurusan Cikajang-Cibatu kemungkinan akan segera bisa diketahui. Pasalnya, pada tahun ini Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan studi kelayakan tentang rencana itu. Hasil studi tersebut akan menentukan jadi atau tidaknya reaktivasi jalur tersebut.

Menurut Kabid Laut, Udara, ASDP Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Hari Winarno, pekan lalu pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenhub. Studi kelayakan tersebut akan dilakukan selama lima bulan.

“Intinya Kemenhub akan efektifkan kembali jalur kereta Cibatu-Cikajang. Jalur tersebut sudah tidak difungsikan sejak tahun 1983,” ujar Hari di Kantor Dishub Garut, Selasa (12/4).

Hari mengakui, Pemkab Garut hanya sebagai pengguna jalurnya saja. Sementara studi kelayakan dilakukan Kemenhub. Dari hasil koordinasi tersebut, jalur Cibatu-Cikajang yang sudah ada saat ini sepanjang 47,4 kilometer.

“Dulu dihentikannya karena masalah operasional. Sekarang kembali akan diaktifkan karena akan menjadi salah satu jalur wisata,” ucapnya.

sebagaimana diketahui, pasca penghentian jalur, tutur Hari, kondisinya saat ini banyak dipenuhi rumah penduduk. Warga menggunakan sistem sewa. Dalam klausul perjanjian sewa dengan PT KAI disebutkan, jika lahan yang disewa dibutuhkan maka warga secara sukarela harus mengembalikan.

“Secara teknis sudah siap tapi kaitannya dengan kondisi jalur yang dipakai bangunan. Perlu ada tahapan lain jika mau diaktifkan. Mulai dari studi kelayakan, pembuatan DED (detail engineering design) dan kontruksi,” katanya.

Jika Kemenhub serius dalam menggarap reaktivasi, tambah Hari, diperkirakan pada 2018 jalur tersebut bisa mulai digunakan. Pemkab Garut pun saat ini sudah memiliki Perda nomor 11 tahun 2011 tentang jaringan sistem perkeretaapian.

Kepala Dishub Kabupaten Garut, Wahyudijaya, mengatakan dari 47,4 kilometer jalur yang ada akan melewati enam stasiun yakni Cibatu, Wanaraja, Garut, Bayongbong, Cisurupan, dan Cikajang. Dari enam stasiun hanya Stasiun Cibatu yang masih layak. Sementara sisanya sudah ada yang beralih fungsi.

“Di Stasiun Garut juga sudah dipakai kantor salah satu ormas. Ke depannya kami tunggu intruksi dari pusat seperti apa,” ujar Wahyu.

Untuk kondisi rel dan jembatan yang masih ada, lanjut Wahyu, berada di Cibatu sampai Wanaraja dan Bayongbong hingga Cikajang. Sementara dari Wanaraja ke Garut dan Garut ke Bayongbong masih akan dikaji lebih lanjut.

“Jalur itu tak mutlak pakai kondisi yang ada. Bisa jadi pakai jalur alternatif atau bikin jalur baru. Itu akan dilihat dari pengukuran data dan analisis awal nanti,” ucapnya. (Slamet Timur).***