Seribu Lebih Mahasiswa Uniga Disiapkan untuk KKN Tematik di 50 Desa

GARUT, (GE).- Sedikitnya 1170 orang mahasiswa baru baru ini mengikuti pembekalan untuk persiapan menghadapi program KKN Tematik Uniga (Universitas Garut) tahun 2017. Untuk pelaksanaan KKN tahun ini (2017) panitia penyelenggara KKN Uniga 2017 mengangkat tema “Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Lokal, Menuju Garut Lebih Baik dengan Bingkai Iman Ilmu Amal”.

Sebelum diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat, seribu lebih mahasiswa yang berasal dari tujuh fakultas ini mendapatkan pembekalan. Sebanyak 100 dosen terbaik Uniga akan mendampingi para mahsisiwa selama melakukan KKN.

Prosesi pembekalan para mahasiswa ini langsung dibuka oleh Rektor Uniga, Dr. Ir.H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng di halaman Kampus Fikom Uniga, Sabtu (29/07/2017). Pembekalan tersebut sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum dilepas pada tanggal 2 Agustus hingga 4 September 2017.


Pembekalan ini diharapkan bisa memperkuat pemahaman kepada mahasiswa peserta KKN dari berbagai prespektif. Dalam pembekalan tersebut, Panitia KKN Tematik Uniga 2017 mengundang beberapa pembicara, diantaranya Dandim 0611 Garut Letkol Arm Setyo Hani Susanto, Kapolres Garut AKBP Novri Turangga, MH, MSi. Sekda Garut H. Iman Alirahman, SH, M.Si., serta MUI Garut diwakili KH Aceng Abdul Mujib.

Dalam sambutannya Rektor Uniga mengungkapkan, kegiatan KKN Tematik ini merupakan kegiatan yang berbasis Education for Suistainable Depelopment. Dengan kata lain, pendidikan untuk pembangunan yang berkesinambungan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

“ Hal ini dilakukan karena permasalahan di tengah masyarakat memiliki kompleksitas yang sangat tinggi. Sehingga solusi yang ditawarkan tidak bisa dilihat dari satu persepektif saja,” ujar Syakur, dalam kata sambutannya.

Ditambahkannya, mulai tahun 2016 pelaksanaan KKN dilakukan sekaligus dan terintegritas yang diikuti semua fakultas di lingkungan Universitas Garut. Hal tersebut sebagai bagian dari strategi dan langkah Uniga dalam memberikan kontribusi dalam proses pembangunan Kabupaten Garut. Seperti diketahui Universitas Garut (UNIGA) memiliki program studi yang relevan dengan potensi serta permasalahan yang ada di Kabupaten Garut.

“ Perbedaan Program Studi dan latar belakang mahasiswa memberikan warna tersendiri dalam menciptakan iklim kebersamaan dalam perbedaan. Saling mengenal satu sama lain, toleransi dalam keberagaman, menghilangkan ego sektoral merasa diri paling hebat yang lain lemah. Jika perbedaan latar belakang dan program studi ini dipersatukan makan akan menjadi kekuatan yang dahsyat,” ungkapnya

Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Novri Turangga , MH, MSi. yang menjadi pemateri lainnya, menyampaikan dukungannya atas langkah Rektor Uniga dengan memberikan pembekalan seperti ini. Menurutnya menang diperlukan adanya pembangunan karakter yang kuat terhadap para mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Mahasiswa harus menjadi pelopor dari komponen masyarakat dalam ikut menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat. Luruskan berita berita yang tidak benar, sampaikan pemahaman yang menyejukan agar benih benih perpecahan tidak terus menular. Mahasiswa agar bisa mentaransformasikan informasi yang benar serta menyatukan adanya saling klaim merasa paling benar kelompok satu dengan yang lian,” katanya.

Dikatakannya, akhir-akhir ini Garut menjadi pusat pemberitaan nasional dikarenakan beberapa kasus terorisme itu pelakunya berasal dari Garut, merakit di Garut lalu diledakan di Jakarta.

“Kami berharap dengan adanya KKN mahasiwa Uniga bisa mendorong masyarakat lebih kreatif. Misalnya dalam melepaskan diri dari lingkaran kemiskinan karena salah satu penyebab benih terosrisme tumbuh adalah kemiskinan,” jelasnya.

KKN Tematik Uniga 2017 seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Prof. Dr. Hj. Iekeu Sartika Iriany MS. Para peserta KKN dibagi menjadi 50 kelompok tersebut akan disebar ke empat Kecamatan dan 50 Desa di kawasan Garut selatan (Garsel) dan Garut Utara (Gatra).

Diantara tiga Kecamatan wilayah Garut Selatan yang akan menjadi tempat KKN ini mencakup Kecamatan Banjarwangi 11 Desa), Kecamatan Singajaya (9 Desa), dan Kecamatan Peundeuy (6 Desa) Serta Satu Kecamatan di Wilayah Garut Utara yaitu Kecamatan Malangbong 24 Desa, Setiap Desa diterjunkan Satu kelompok yang terdiri dari 20 sampai 24 mahasiswa.

Beberapa Program Unggulan dengan mengususng pemberdayaan desa sesuai aspirasi dari desa masing masing akan mewarnai program KKN tersebut. Beberapa program yang akan dieksplorasi diantaranta tata kelola keuangan desa, BUMDes serta sosialisasi pilkada bagi para pemilih pemula.

Selain itu, satu program unggulan akan dicoba dilaksanakan yaitu penanaman pohon oleh peserta KKN di setiap desa yang merupakan kerjasama dengan pihak Perhutani Garut. (abar/Adv.)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI