Seribu Lebih Balita di Garut Bergizi Buruk, Kadinkes ; Itu Baru 0,78 Persennya

KOTA, (GE).- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut mencatat, ada seribu lebih balita di Kabupaten Garut terindikasi masih bergizi buruk. Balita yang mengalami gizi buruk ini berada di hampir seluruh Kabupaten Garut, terutama wilayah selatan.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Tenny Swara Rifai, mengatakan, Dinkes Garut mencatat sedikitnya ada 1.216 balita yang mengalami gizi buruk. Katanya, pihak Pemkab Garut terus berupaya untuk mengatasi kasus gizi buruk ini.

“Untuk menekannya, kami menjalankan program pemberian makanan tambahan. Pemeriksaan di Posyandu pun rutin dilakukan,” ucap Tenny, Kamis (28/1/ 2016).

Dikatakannya, dari sisi anggaran, pihaknya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 300 juta yang berasal dari APBD untuk pemberian makanan tambahan. Nantinya makanan tambahan diberikan selama 90 hari.

“Jadi selama 90 hari itu balita yang mengalami gizi buruk diberi makanan tambahan secara berturut-turut. Jadi gizinya bisa lebih baik,” tukasnya.

Kadinkes menambahkan, dengan tambahan makanan tersebut diharapkan para balita bisa mendapatkan asupan agar antara berat badan dan umurnya bisa seimbang. Faktor kurangnya pengetahuan orang tua dan ekonomi menjadi penyebab balita mengalami gizi buruk.

“Makanya kami terus imbau saat periksa ke Posyandu orang tua diberi pemahaman. Jadi asupan makanan yang diterima balita bisa lebih baik,” katanya.

“Jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan balita di Garut, kasus gizi buruk belum terlalu tinggi. Jumlah 1.216 balita tersebut baru sebanyak 0,78 persennya.” Tandasnya. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN