BREAKING NEWS : Seorang Atlet Bola Voli Tewas Tersambar Petir. Bagaimana Ceritanya?…

JENAZAH Rega Juliar (20), atlet bola voli asal Kampung Cikawung, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, saat dibawa ke RS Guntur Garut, Sabtu (8/4/17). (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Berniat mengikuti turnamen bola voli, Rega Juliar (20), malah tewas tersambar petir, Sabtu (8/4/17) sekira pukul 15.00 WIB. Atlet bola voli asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tewas terkapar di tanah dengan mengeluarkan darah dari hidung, mulut, dan telinganya.

Menurut saksi mata, saat itu Rega bersama sebelas pemain lainnya sedang menikuti turnamen bola voli antarkecamatan dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG)  ke-204 di Lapangan bola voli Ancol, Kampung Cihaur RT/RW 02/ 09, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

Sebelum pertandingan dimulai, hujan deras disertai angin kencang mengguyur sekitar tempat kejadian. Rega dan pemain lainnya pun berteduh di panggung panitia. Namun nahas, saat salah seorang panitia hendak menyalakan audio, petir menggelegar dan langsung menyambar panggung beserta sebelas orang yang berada di sekitarnya.


“Ya tadi sekitar jam tiga sore kejadiannya. Tadi korban sedang duduk, menunggu giliran bermain voli. Pas berteduh di panggung, dia tersambar petir,” ungkap kakak korban, Dede (40), saat ditemui di RS Guntur, Sabtu (8/4/17).

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Namun, akibat luka yang dialami cukup parah, nyawa Rega pun tak tertolong. Rega mengalami luka bakar dibagian kaki sebelah kanan, dan perutnya.

Dede mengatakan, jasad korban akan langsung dibawa ke kampung halamannya di Kampung Cikawung, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.  Mereka adalah Apipudin (21), warga Kampung Bojong Lampegan RT/RW 03/15, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota. Apipudin kini dalam perawatan medis di RS Nurhayati. Empat korban lainnya yang dirawat di RS Guntur yaitu Barnas (52), Iyan Suryadin (25), M. Taufik (15), dan Titin (32). Mereka tercatat sebagai warga Kampung Chair RT/RW 02/09, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan. (Mempis/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI