Sensasi Segarnya Wisata Petik Jeruk Garut nan Ranum, Berkunjung dan Bawa Pulang Jeruknya

Beberapa pengujung tampak menikmati wisata petik jeruk Garut di kawasan Desa Situgede, Kecamatan, Cigedug, Kabupten Garut, Ahad (15/07/18)./ foto: Andri/GE.***

GARUT,(GE).- Ragam inovasi wisata di Kabupaten Garut terus dikembangkan. Selain terkenal dengan wisata kawasan pantai selatannya, di Kabupaten Garut juga ada salah satu wisata alam yang cukup menarik untuk dikunjungi, yakni menjelajahi segarnya perkebunan jeruk Garut.

Selain menikmati sejuknya kawasan perkebunan, pengunjung juga dapat menikmati sensasi segarnya buah jeruk Garut yang telah ranum. Wisata perkebunan buah khas Garut tersebut, salah satunya berada di kawasan Desa Situgede, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut.

Pengunjung ke perkebunan jeruk di kawasan tersebut bisa memetik dan mencicipi sensasi manis segarnya jeruk yang matang di pohon. Tidak sampai disitu, dengan berkunjung perkebunan jeruk tersebut, pengunjung juga akan mendapatkan eduksi dari pengelola (kebun) bagaimana dan apa saja terkait tumbuhan buah bercita rasa manis segar ini.


Jeruk Garut sendiri sebenarnya sudah dikenal luas hingga manca negara sejak puluhan tahun yang lalu. Bahkan keberadaan jeruk Garut telah diperdakan oleh Pemerintah Kabupaten Garut, melalui Perda No. 9 Tahun 1981,.

Dalam Perda tersebut,  jeruk Garut telah dijadikan sebagai komponen penyusun lambang daerah Kabupaten Garut. Selain sebagai buah ciri khas Kabupaten Garut, jeruk merupakan komoditas sub-sektor pertanian tanaman pangan yang mempunyai prospek menjanjikan dengan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Keberadaan jeruk Garut juga didukung Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 760/KPTS.240/6/99 tanggal 22 Juni 1999 tentang Jeruk Garut yang telah ditetapkan sebagai Jeruk Varietas Unggul Nasional dengan nama Jeruk Keprok Garut I.

Penetapan tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa Jeruk Garut merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan nasional yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas maupun kuantitas produksinya.

Memasuki liburan panjang sekolah, wisata jeruk Garut menjadi alternatif pengunjung untuk berdarmawasita sekaligus mengedukasi. Tercatat, pada masa liburan sekolah tahun ini (2018) ada peningkatan kunjungan yang signifikan ke kawasan perkebunan jeruk Garut di Desa Situgede, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut. Selain pengunjung lokal, para pengunjung juga datang dari Bandung, Jakarta dan kota kota besar lainnya.

Keceriaan beberapa pewngunjung usai memetik jeruk Garut di area perkebunan wisata petik jeruk Garut di Desa Situgede, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut./ foto: Andri: garut-express.com. ***

Menurut pengakuan pengunjung, berwisata di perkebunan jeruk Garut sangat menarik dan berbeda dengan berwisata di tempat wisata pada umumnya.

“Ya, sangat berbeda dan mengasyikan. Di perkebunan ini (jeruk Garut) kita bisa menikmati segarnya alam sekaligus memetik jeruk dan icip icip manis segarnya jeruk Garut yang matang di pohon,” ujar Wina Apriani, salah seorang pengunjung, Ahad (15/07/18).

Sementara itu, Leli Siti Saidah, pemilik perkebunan jeruk di kawasan tersebut, objek wisata petik  jeruk Garut ini telah dikembangkan sejak dua tahun yang lalu. Saat ini, area perkebunan jeruk seluas 1,5 hektare tampak tertata lebih rapi dan menarik.

“ Wisata petik jeruk Garut ini telah kita kembangkan sejak dua tahun lalu. Ya, pengunjung bisa mencicipi dan memetik (jeruk) langsung dari pohonnya. Kita juga menata tanamannya, mulai dari bibit jeruk yang siap tanam, ada yang dalam proses pertumbuhan hingga jeruk yang sudah matang di pohon. Jadi pengunjung bisa menikmatinya sekaligus belajar terkait tanaman jetuk Garut, khususnya buat anak-anak atau pelajar,” bebernya.

Menurutnya, untuk bisa menikmati wisata petik jeruk Garut, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp. 60.000/ orang untuk dewasa, sementara untuk anak-anak dikenakan tarif tiket Rp 3.000 per orang.

“Dengan harga tiket masuk sgitu, pengunjung bisa bebas menikmati wisata petik jeruk Garut tanpa dibatasi waktunya. Juga bisa menikmati dan membawa pulang jeruk yang telah dipetiknya maksimal satu kilo gram,” katanya.  (Andri)***

Editor: ER.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI