Seleksi Pendaftaran Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Dibuka, Berikut Syarat dan Ketentuannya

Ketua Bawaslu Jabar, H. Wasikin Marzuki, saat memimpin Rapat Koordinasi Stakeholder Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 di Green Hotel Kamojang Garut, Selasa (3/7/2018)./ foto: Hendra YG/GE.***

GARUT, (GE).- Dalam rangka pembentukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota, seleksi pendaftaran anggota Bawaslu Kabupaten/Kota berdasarkan Keputusan Bawaslu Nomor 0408/K.Bawaslu/HK.01.01/VI/2018 diperketat.

Atas kewenangan yang diberikan oleh Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan diri sebagai calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.

Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat, Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si., saat menyampaikan materi dalam Rapat Koordinasi Stakeholder Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 di Green Hotel Kamojang Garut, Selasa (3/7/2018)./ foto: Hendra YG/GE.

Ketua Bawaslu Jabar, H. Wasikin Marzuki mengatakan, diperketatnya seleksi pendaftaran calon anggota Bawaslu Kabupaten/Kota adalah tidak diperkenankan rangkap jabatan, pekerjaan dan juga jabatan lainnya.


Berubahnya Panwaslu menjadi badan permanen merupakan suatu kemajuan dalam perjalanan demokrasi di Indonesia. Dengan menjadi badan, tentunya fungsi pengawasan pemilu yang dilakukan oleh Bawaslu bisa lebih efektif.

“Seiring berubahnya lembaga adhoc menjadi badan permanen, sehingga anggota bawaslu tidak boleh rangkap jabatan sekecil apapun. Kalau terbukti bisa diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Penguatannya yakni harus kerja penuh waktu, tidak boleh paruh waktu,” ungkap Wasikin dalam sambutan Rapat Koordinasi Stakeholder Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018 di Green Hotel Kamojang Garut, Selasa (3/7/2018).

Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Calon Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat, Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si. menjelaskan, seleksi dilakukan beberapa tahap mulai dari seleksi administrasi, psikologis, kesehatan dan wawancara.

“Perbedaan lainnya pada tahap seleksi calon anggota Bawaslu saat ini, jika sebelumnya yang bersangkutan adalah anggota Panwaslu atau Panwascam. Maka harus dibuktikan dengan sejumlah alat bukti, tak hanya sebatas pencantuman dalam riwayat/pengalaman kerja saja,” katanya.

Fauzan menambahkan, karena menjadi badan permanen, masa jabatan anggota Bawaslu selama lima tahun. Tidak seperti yang sedang berjalan saat ini sebagai anggota adhoc yang dibentuk berdasarkan kebutuhan. Anggota Bawaslu di setiap Kabupaten/Kota berdasarkan jumlah penduduk pemilih, misalnya jumlah penduduk 3,6 juta dengan jumlah pemilih sekitar 2 jutaan, jumlah anggota Bawaslunya sebanyak 5 orang.

“Sedangkan untuk daerah yang jumlah pemilihnya kecil, jumlah anggota Bawaslunya hanya 3 orang. Untuk pendaftaran sendiri dijaring enam kali lipat dari kebutuhan. Pendaftaran terakhir sampai besok, kalau belum memenuhi kuota, masa pendaftaran akan diperpanjang,” jelasnya. (Hendra YG)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI