Seleksi dan Pengangkatan Sekda Garut Harus Menunggu hingga Maret 2019, Ini Alasannya

ilustrasi

GARUT,(GE).- Seleksi dan pengangkatan jabatan Sekrtetaris Daerah Kabupaten Garut (Sekda) kembali harus diundur. Alasan diundurnya jadwal seleksi tersebut di antaranya merujuk pada surat edaran Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dikeluarkan pada 3 Agustus 2018.

Salah satu poin pentingnya, Kepala Daerah harus memperoleh izin dari Menteri Dalam Negeri jika akan melakukan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) maupun rotasi mutasi jabatan eselon satu, dua dan tiga.

Menurut Bupati Garut, Rudy Gunawan, pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait aturan seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) dan pengisian tujuh jabatan kosong eselon dua di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Garut.


Diakuinya, Pemkab Garut telah menerima surat edaran dari Kemendagri, yang isinya bahwa seleksi Sekda harus ditunda sampai jadwal pelantikan hingga Maret 2019 mendatang.

“ Tetapi, karena ini penting saya juga telah mengajukan surat untuk segera melakukan seleksi. Besok saya mau ke Jakarta mengambil surat dari Menteri itu katanya sudah disetujui bisa segera melakukan seleksi,” ujar Rudy, usai acara penyambutan atlit Asian Games di Pendopo Garut, Senin (3/9/2018).

Dikatakannya, keberangkatannya ke Jakarta untuk konsultasi terkait urgensi pengisian jabatan Sekda dan sejumlah jabatan eselon dua. Menurut Rudy, jika mendapat izin, maka pengumuman seleksi akan dilakukan minggu-minggu ini.

Maka seleksi atau pengumuman untuk sekda dan tujuh kepala dinas harus menunggu izin dulu,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut berencana melakukan lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) dan 7 Kepala Dinas yang belum juga mendapat persetujuan dari Kemendagri.(Alle)***

Editor: ER.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI