Sekolah Kekurangan Kelas, Komisi D DPRD Garut Minta Pemkab Anggarkan dari APBD

DEWAN,(GE).- Memasuki tahun ajaran baru (2016-2017) isyu minimnya fasilitas sekolah kembali menyeruak ke permukaan. Menanggapi hal ini, DPRD Kabupaten Garut meminta Pemkab untuk bisa menganggarkan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dari APBD Kabupaten Garut. Selama ini untuk pembangunan RKB dan perbaikan ruang kelas terlalu mengandalkan dana alokasi khusus (DAK).

SDN Sukanegla 3 di Kampung Sukamanah, Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, adalah salah satu sekolah yang ditenggarai masih kekurangan ruang kelas . Akibat kondisi ini, pihak sekolah harus menggabungkan dua kelas dalam satu ruangan.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Garut, Asep D Maman,SH mengatakan, untuk DAK tahun 2016 seluruh SD di Kabupaten Garut hanyaRp 6,4 miliar. Anggaran tersebut juga hanya digunakan untuk memperbaiki ruang kelas yang rusak berat.

“Untuk itu RKB sepertinya sangat sulit diadakan tahun ini. Dengan dana yang ada saja hanya bisa untuk memperbaiki ruang kelas,” ungkap Asep, kemarin, Kamis (28/7/2016).
Dijelaskannya, dari anggaran tersebut hanya bisa digunakan untuk memperbaiki sebanyak 100 ruang kelas yang rusak berat. Padahal dari sekitar 9.400 ruang kelas sekolah dasar, 55 % diantaranya dalam kondisi rusak berat.

“Artinya ada 1.800-an sekolah yang rusak berat. Sedangkan sekarang anggarannya hanya untuk memperbaiki 100 sekolah. Kalau mengandalkan DAK tidak akan selesai dalam 10 tahun untuk perbaikan ruang kelas,” tandasnya. (Tim GE).***