Sekda Garut : Korban Banjir yang Masih Tinggal di Pengungsian Ada 1.085 Jiwa

PEMKAB,(GE).- Data pengungsi korban banjir bandang Cimanuk mencapai 2000 jiwa lebih. Sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut, jumlah pengunsi tercatat mencapai 2.525 jiwa. Sebagian pengungsi kini telah ditempatkan di beberapa lokasi sementara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Iman Alirahman, mengatakan dari jumlah pengungsi tersebut, ada 1.085 jiwa yang masih tinggal di pengungsian. Sisanya diperkirakan tinggal bersama sanak saudaranya.

Dijelaskannya, setelah masa tanggap darurat selesai, selama tiga bulan ke depan merupakan masa transisi. Pemkab akan menanggung kebutuhan hidup para pengungsi.


“Termasuk hunian sementara yang layak bagi pengungsi akan diperhatikan. Sekarang mereka sudah ditempatkan di beberapa lokasi,” ujar Iman di Kantor Pemkab Garut, Senin (10/10).

Sejumlah titik pengungsian yang disediakan yakni rusunawa Cilawu, LEC, rusunawa Musadaddiyah, Islamic Center, asrama Transito, dan Gedung Bale Paminton. Pemkab sendiri saat ini tengah menyiapkan rusun bagi warga yang sudah tak memiliki rumah.

“Sudah survei untuk rusun di Margawati, Garut Kota. Tapi warga di sana keberatan karena lahannya digunakan untuk sarana olahraga. Jika dipakai rusun akan menganggu aktivitas warga,” tukasnya.

Ditambahkannya, lahan alternatif untuk pembangunan rusun berada di blok Sayangkaak, Copong, Kelurahan Suci kaler, Kecamatan Karangpawitan. Pemkab memiliki lahan dua hektare lebih untuk membangun dua tower bantuan dari pemerintah pusat.

“Lahan di sana cukup untuk bangun tiga tower rusun. Nanti akan kami tunggu keputusannya.Kalau lahan sudah siap,” tandasya.

Selain rusun, lanjut Iman, Pemkab juga mendapat bantuan rumah tapak. Untuk lahan rumah tapak belum ada keputusannya. Terkait pemanfaatan rusun ke depannya, menurut Iman belum ada pembicaraan dengan pemerintah pusat.

“Apakah jadi hak milik warga atau sewa. Itu belum kami bicarakan. Belum tahu aturannya seperti apa. Yang terpenting sekarang pengungsi bisa segera menempati hunian yang layak,” ujarnya.

Dijelaskannya, hingga saat ini perhitungan sementara kerugian akibat banjir bandang mencapai Rp 158 miliar. Usai masa transisi selesai pada bulan Januari, pihaknya akan melakukan rehabilitasi dan rekontruksi.(Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI