Sekda Garut : Kerugian Akibat Banjir Cimanuk Mencapai Rp 288,5 Miliar

PEMKAB, (GE).- Kerusakan yang ditimbulkan dari banjir bandang Sungai Cimanuk beberapa waktu lalu terbilang cukup parah. Sebulan lebih pascamusibah 20 September (2016) lalu, Pemerintah Kabupaten Garut mencatat kerugian materiil akibat banjir tersebut totalnya mencapai Rp 288.5 miliar.

Jumlah kerugian materil yang mencapai ratusan miliar tersebut meliputi berbagai sektor infrastruktur, diantaranya kerusakan permukiman , perekonomian dan yang lainnya. Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Iman Alirahman, pihaknya telah melakukan pendataan terkait total jumlah kerugian yang ditimbulkan banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Dari hasil assissmen, total kerugian akibat banjir bandang yang kita lakukan dengan hasil assissment yang dilakukan BNPB tak jauh berbeda, yaitu di kisaran Rp 288.596.202.590,” jelas Iman, Rabu (26/10/2016).


Dijelaskannya, beberapa sektor merugi akibat terdampak banjir Cimanuk ini diantaranya, sektor permukiman mencapai Rp 83,4 miliar atau sekitar 28,92 persen, sektor ekonomi sebesar Rp 83,5 miliar atau sekitar 28,93 persen, sektor sosial sebesar Rp 64,7 miliar atau sekitar 22,45 persen, sektor infrastruktur sebesar Rp 42,6 miliar atau 14,77 persen, dan sektor lintas sektor sebesar Rp 14,24 miliar atau 4,94 persen.

Diterangkannya, sumber dana yang digunakan untuk menanggulangi kerugian ini didapat dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Pemerintah pusat memberikan bantuan dana sebesar Rp 546,7 miliar. Adapun penggunaannya di antaranya untuk pembangunan rumah susun dan rumah tapak bagi para korban banjir bandang.

Sedangkan bantuan dari Pemprov Jabar nilainya Rp 18,5 miliar, dari Pemkab Garut Rp 28,1 miliar, dan sumber dana lain yang sah sebanyak Rp 32,9 miliar.

“Pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sendiri, akan melakukan rencana aksi yang berlaku dalam dua tahun. Khusus untuk Pemkab Garut, akan menganggarkan dana rehabilitasi di 2017 mendatang. Rencana aksi ini dilakukan secara bertahap dan Pemprov Jabar sudah membantu sebesar Rp 12,5 miliar pada tahun ini,” jelasnya. (Slamet Timur)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI