Sejumlah Siswa Dihentikan Polwan di Simpanglima, Ada Apa ya?

TARKID, (GE).- Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polres Garut menghentikan sejumlah siswa yang melintas di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat. Para siswa mendapatkan arahan bagaimana kiat menghindari bentuk kekerasan yang selama ini kerap terjadi.

Aksi sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak ini, kerap dilakukan jajaran Polres Garut di sejumlah tempat keramaian dan sekolah. Tujuannya agar kekerasan terhadap anak bisa diminimaliair.

KBO Sat Bimas Polres Garut, IPTU. Wien Christianingsih, mengatakan kekerasan terhadap anak terus mengalami peningkatan. Oleh sebab itu, sosialisasi pencegahan terhadap anak harus terus dilakukan.

Ia mengaku, saat ini Polres Garut telah melakukan sosialisasi ke sejumlah daerah di Garut. Tempat yang menjadi bidikan antara lain tempat-tempat keramaian dan sekolah.

Selain anak sekolah, target sosialisasi juga ditujukan kepada orang tua. Hal ini ditujukan, agar para orang tua menjadi benteng utama sebagai pencegah kekerasan terhadap anak.

“Kebanyakan kasus kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat. Padahal seharusnya mereka menjadi pelindung bagi anak-anak,” ungkap Wien, saat ditemui di lokasi sosialisasi di Bundaran Simpanglima, Rabu (27/7/2016).

Masih menurut Wien, beberapa orang terdekat seperti teman dan kerabat justru malah tega melakukan kekerasan terhadap anak. Ia berharap kejadian seperti itu tidak terulang lagi di kemudian hari.

Wien melanjutkan, bentuk sosialisasi yang dilakukan saat ini yaitu membagi-bagikan sejumlah selebaran anti kekerasan terhadap anak. Di dalamnya tercantum tulisan stop kekerasan terhadap anak.

Salah seorang siswa, Rini (17), mengaku kaget saat dihentikan oleh sejumlah Polwan yang sedang melakukan sosialisasi. Namun menurutnya, sosialisasi seperti ini dinilai positif untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

Selain itu, kata Rini, setelah diberitahu dalam sosialisasi singkat itu, ia mengetahui bagaimana cara menghindaru bentuk kekerasan. Bahkan ia pun diberi tahu bagai mana cara melaporkan kepada pihak berwenang saat mendapatkan bentuk kekerasan. (Farhan SN)***