Sejumlah Ruas Jalan Rusak Parah, Wabup: “Untuk Itu Kami Mohon Maaf”

GARUT, (GE).- Hingga saat ini sejumlah ruas jalan yang rusak parah belum kunjung diperbaiki. Di beberapa titik jalan utama bahkan jalan berlubang beberapa kali mencelakakan pengendara. Menanggapi persoalan ini, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyampaikan permintaan maafnya kepada masyarakat Garut. Khususnya kepada pengguna jalan.

“Memang kami akui kondisi jalan di Garut banyak yang rusak parah tetapi belum juga diperbaiki. Sekarang ini untuk perbaikan jalan masih dalam proses pelelangan. Untuk itu kami mohon maaf.” kata Helmi di ruang kerjanya, Rabu (1/3/17).

Disinggung terkait seringnya banjir akibat sistem drainase yang tak berfungsi, Helmi berjanji akan mengevaluasi dan meninjau kembali saluran air tersebut. “Pemerintah daerah akan segera meninjau ke lapangan. Dan mengecek langsung saluran air atau drainase hasil pekerjaan tahun 2016 lalu,” tukasnya.


Diungkapkannya, saat banjir di kawasan Tanjung Kemuning, Kecamatan Tarogong Kaler, Senin (27/2/2-17) lalu ditemukan adanya saluran air dengan ukuran terlalu kecil, sehingga jika turun hujan deras tidak mungkin menampung air.

Helmi berjanji, selain akan memaksimalkan fungsi saluran air yang ada dengan menambah lebar ukuran dan kedalaman saluran drainase tersebut. Pihaknya juga telah mengusulkan agar sepanjang jalan Oto Iskandardinata untuk ditinggikan, guna mengantisipasi terjadinya banjir.

“Jalan itu sudah diusulkan untuk dinaikan ketinggian jalannya ke PU Provinsi. Sementara untuk saluran air, sebetulnya sudah ada, tetapi kemungkinan disitu harus ada saluran lebih besar,” katanya.

Saat ditanya dampak alih fungsi hutan, semisal aktivitas pertambangan di kawasan Kecamatan Tarogong Kaler.  Helmi  membantahnya, karena aktivitas pertambangan sudah lama diberhentikan.

“Tapi bisa saja dari sisa pertambangan sebelumnya. Kalau sekarang kan aktivitas pertambangan itu sudah tidak ada.” Tandasnya.  (Jay)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI