Sejumlah Pohon Rindang Ditebang, Warga Menilai Pemda Tidak Pro Lingkungan

Sisa-sisa penebangan pohon di sepanjang Jalan RSU, Garut tampak menumpuk, Rabu (27/9/17)***

GARUT, (GE). – Pemerintah daerah (Pemda) Garut akhirnya menebang beberapa pohon rindang yang selama ini telah membuat sejuk dan teduh kawasan sekitar. Dengan alasan pelebaran jalan, sejumlah pohon cukup besar di sepanjang Jalan RSU kini hanya tinggal kenangan. Akibat penebangan pohon pohon tersebut warga menilai Pemda Garut tidak pro lingkungan.

Erwan Irawan (28) warga sekitar Jalan RSU, menyayangkan tindakan pemerintah tersebut. Menurut warga Kampung Sukapadang ini tidak seharus penebangan pohon itu dilakukan hanya karena alasan untuk pelebaran jalan.

“Saya rasa tidak perlu, dan tidak usah menebang pohon yang sudah puluhan tahun berdiri. Itu kan bagus untuk kesejukan linngkungan, terlebih ini dekan rumah sakit,” keluhnya, Rabu (27/9/17).


Diungkapkannya, penebangan pohon tersebut sudah mencederai kampanye Pemda sendiri yang kerap mengembar gemborkan pro lingkungan. “Apalagi kemarin baru banjir, masa pohon yang berfungsi sebagai penahan banjir malah ditebang,” tukasnya.

Menurutnya, untuk pelebaran jalan itu tidak perlu melakukan penebangan pohon yang fungsinya sama penting dengan jalan. “Pohon dan jalan memiliki fungsi masing-masing, dan keduanya juga sama pentingnya, tapi kenapa harus pohonya ditebang. Apakah tidak ada jalan lain?” sesalnya.

Sementara itu, salah seorang pegiat lingkungan yang juga Ketua Yayasan Paragita, Gita Noorwardhani, mengungkapkan kesedihannya dengan ditebangnya sejumlah pohon tersebut.

“Kalau saya jadi pohon saya bakal menangis, saya tidak salah apa-apa malah ditebang,” tuturnya, lirih.

Menurutnya, penebangan pohon merupakan tindakan yang tidak punya hati nurabi. Terlebih pohon yang ditebang merupakan pohon produktif yang sangat bermanfaat. “Pohon yang ditebang itu yang masih tumbuh loh, bukan pohon kering yang sudah mati,” katanya.

Senada juga dengan Irawan, Gita juga mengatakan bahwa Pemda Garut tidak pro lingkungan. padahal beberapa waktu yang lalu sudah terjadi banjir bandang.

“Kalau kita telaah, kenapa terjadi banjir bandang, pastinya karena tidak ada penahan air yakni pohon. Lah ini pohon yang masih produktif dan masih hidup kok malah ditebang,” katanya.

Diungkapkannya, pohon memiliki fungsi lain, selain untuk menahan pohon juga tempat berteduh dan penghasil oxygen. “Saya pribadi merasakanya sudah mulai panas kalau di Garut, apalagi kalau melintas di jalan RSU, warga setempat juga pasti mengalami hal yang sama yang terdampak langsung,” katanya. (Tim GE)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI