Segera Dibentuk! ASSBG untuk Mendukung Kemajuan Sepak Bola Garut

AGUS Kurnia.***

GARUT, (GE).- Sebagai kabupaten “pabrik” pemain sepak bola andal, insan pengelola sekolah sepak bola (SSB) se-Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam waktu dekat akan membentuk Asosiasi Sekolah Sepak Bola Garut (ASSBG). Hal itu, kata Agus Kurnia – salah seorang penggagas berdirinya organisasi ini, ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme para pengelola SSB.

Pasalnya, kata Agus, selama ini SSB sebagai kawah candradimuka para pemain sepak bola belia, nyaris tidak ada yang memperhatikan. Padahal, SSB harus dikelola secara serius. Mengingat, di sekolah olahraga nonformal inilah awal kualitas skill pemain sepak bola ditentukan.

“Kalau salah membina di waktu usia dini, talenta yang dimiliki anak-anak ke depannya tidak akan berkembang sebagaimana yang diharapkan,” tutur Agus Kurnia kepada “GE”, Senin (27/3/17).


Bahkan, skill dasar yang dimiliki anak-anak bisa rusak kalau cara melatih pada masa usia dini tidak benar. Karena itu, Agus yang juga berprofesi guru in, merasa terpanggil untuk turut membenahi pengelolaan sekolah sepak bola.

Lebih jauh dikatakan mantan kapten Persigar era 80-an ini, selain dikelola oleh manajemen profesional, SSB juga harus menggunakan kurikulum pelatihan yang baik. Karena itu, target pertama pendirian ASSBG akan memprioritaskan dua hal. Pembenahan manajemen dan pembuatan kurikulum dasar bagi semua SSB yang ada di Kabupaten Garut.

“Yang namanya sekolah, sekalipun itu sifatnya nonformal, tentu harus memiliki kurikulum yang standar sesuai yang direkomendasikan PSSI,” imbuh pengelola SSB Pamong Praja Garut ini.

Langkah selanjutnya, tambah Agus, menata sistem kompetisi sepak bola usia dini. Sebab, hasil latihan di SSB baru akan terukur melalui ajang kompetisi. Diharapkan, ke depan, pengelolaan kompetisi sepak bola usia dini di Kabupaten Garut bisa dijalankan secara profesional, berkelanjutan, dan konsisten.

Agus juga mengimbau kepada seluruh pengelola SSB se-Kabupaten Garut segera menghubungi tim persiapan pembentukan ASSBG. Agar dalam pelaksanaannya nati, kehadiran ASSBG dapat diterima oleh seluruh masyarakat, khususnya para pengelola SSB di Kabupaten Garut.

Kalau dilihat dari sisi talenta, papar Agus, sejak dulu Kabupaten Garut tidak pernah absen dalam memberikan kontribusi pemain berbakat bagi persepakbolaan nasional. Tercatat sejumlah nama besar yang sempat makalangan sampai ke tingkat nasional. Di antaranya saja Rukman, Jajang Haris, Adeng Hudaya, Sobur, Dede Irawan (alm), Uut Kuswendi, Nyan Nyang. Juga yang saati ini masih merumput di kancah liga profesional seperti Giman Nurjaman, Nova Jaenal, Johan Juansyah, Jaenal Arif, Yandi Sofyan, Rudi Geofani, dan lainnya. (Sony MS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI