Sebelum Pergi Sempat Berpamitan untuk Beli Mie Ayam, Perempuan Korban Terserempet Kereta Api di Cibatu Akhirnya Meninggal

GARUT, (GE),- Sesosok perempuan yang  ditemukan terkapar bersimbah darah tak jauh dari pintu rel kereta api kawasan Keresek, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, kemarin, Kamis (18/5/17) akhirnya meninggal dunia.

Perempuan tersebut belakangan diketahui identitasnya, ia adalah Enceu Kurnia (26), warga Kampung Ciloa, RT/ 0101, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

Menurut Rani Fawziah, salah seorang kerabat korban, Enceu (alm) merupakan anak Odong Suhaya, Kepala Desa Mekarawangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Enceu akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Slamet Garut, Jumat (18/5/17).


Rukmini, ibunda almarhumah, mengatakan pada Kamis petang anaknya meminta ijin untuk keluar rumah dan meminta uang Rp 17.000. Saat meninggalkan rumah memang almarhumah tidak membawa identitas apapun.

“ Ia tidak membawa apa-apa, hanya minta uang Rp 17.000. Bahkan perhiasan dan HP dititipkan ke saya. Saat itu saya tidak curiga, ia pergi minta izin katanya mau beli mie ayam,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Amel, teman almarhumah yang berkerja di Desa Mekarwangi, almarhumah sudah dua hari terakhir tidak masuk kerja. Sebelum kejadian, alamrhumah sempat berpamitan kepada teman-temannya untuk berlibur.

“ Sehari-hari alamrhumah memang dikenal pendiam.  Namun sore itu, ia agak berbeda sampai sempat memeluk saya, cikipa cipiki, dan mengatakan dadah.  Dia bilang akan refreshing dan akan pulang malam Sabtu atau Minggu. Tidak diketahui bersama siapa dan kemana  almarhum akan pergi,” ungkap Amel.

Sampai berita ini ditulis, jasad Enceu (almarhumah) sedang dalam perjalanan dari RSUD dr. Slamet menuju rumahnya di Kampung Ciloa, Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. (TAF Senopati/GE)***

Editor: Kang Cep.

 

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI