Sebanyak1300 dari 3000 Lebih Kendaraan Angkutan Umum Habis Masa Izin Operasionalnya

SEBANYAK 1300 kendaraan angkutan umum di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah habis masa izin operasionalnya. (Farhan SN/GE)***

GARUT, (GE).- Sebanyak 1300 dari 3000 lebih kendaraan angkutan umum (angkum), ternyata telah habis masa izin operasionalnya. Sesuai perda, jenis angkum dimaksud meliputi

angkutan perkotaan (angkot), amperkot dan angkutan pedesaan (angdes). Sementara itu,yang sudah memiliki izin operasional sebanyak 1928.

Menurut Kabid Angkutan Dinas Pehubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Deni Desta, produk perizinan yang dikeluarkan oleh bidang angkutan Dishub Garut untuk angkutan umum tersebut berupa Surat Izin Perusahaan Angkutan Sipa nonretribusi. Ini harus dimiliki oleh pengusaha angkutan umum dan angkutan barang. Sedangkan, untukizin rekomendasi trayek termasuk pengawasan kewenangannya, selain merupakan kewenangan Dishub, juga Dinas Perizinan dan Penanaman Modal.


Adapun tarif  yang diberlakukan untuk angkutan umum sesuai seat atau tempat duduk, di kisaran antara Rp 125 juta hingga Rp 250 juta untuk masa izin selama 5 tahun.
Deni juga menyorti soal ketidakseimbangan kuota kendaraan di setiap daerah. Di satu sisi sebagian trayek angkutan sudah terisi penuh, tetapi pada sisi lain masih banyak kuota trayek  yang belum terisi. Karena itu, menurut Deni, hal tersebut perlu disosialisasikan kembali kepada masyarakat.

“Perlu adanya evaluasi terhadap Perbup terkait kuota trayek tersebut, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara pengusaha angkutan umum. (Farhan SN/GE)***

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI