Sebanyak 136 Guru PJOK Mengikuti Bimbingan Teknis Guru Sasaran Kurikulum 2013

PARA guru sasaran bidang studi PJOK tampak serius mengikuti bimbingan teknis Kurikulum 2013 di TPK 11 (SMPN 4 Bayongbong), Selasa (16/5/17). (SMS/GE)***

GARUT, (GE).- Sebanyak 136 guru Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (PJOK) jenjang SMP di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Senin (15/5/17) mulai mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Kurikulum 2013. Bimbingan teknis dilaksanakan di 5 induk klaster yang tersebar di 15 sekolah tempat pelaksanaan kegiatan (TPK).

Menurut Kabid SMP Disdik Garut, Totong, S.Pd, M.Pd, kegiatan bimtek direncanakan berlangsung hingga Sabtu (20/5/17). Kegiatan ini, dikuti oleh guru-guru yang mengajar mata pelajaran PJOK di kelas VII. Pasalnya, pada tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas VII di seluruh sekolah diwajibkan menggunakan Kurikulum 2013.

“Agar pelaksanaan kurikulum bisa efektif, semua guru yang mengajar di kelas VII wajib mengikuti bimbingan teknis,” jelas Totong didampingi Kasi Kurikulum SMP, Dr. Asep Saepul Hayat, Selasa (16/5/17).


Dikatakan lebih jauh, karena jumlah sekolah peserta dibatasi, bimptek kali ini baru melibatkan sebanyak 136 guru sasaran dari 136 SMP. Diharapkan, tahun depan seluruh sekolah jenjang SMP di Kabupaten Garut sudah mendapat bimbingan teknis.

“Sisanya, sekira 150 sekolah akan kita upayakan melalui bimtek mandiri pada bulan Agustus nanti. Namun, untuk bimtek nasional yang dilaksanakan LPMP mereka akan mengikuti tahun depan,” kata Dr. Asep.

Dengan begitu, kata Asep, pada tahun pelajaran 2017/2018 seluruh kelas VII jenjang SMP di Kabupaten Garut bisa mengimplementasikan Kurikulum 2013.

Salah seorang Instruktur Kabupaten (IK) bidang studi PJOK, Satya Handayani, S.Pd, mengatakan, bimbingan teknis bagi para guru PJOK yang mengajar di kelas VII sangat penting dilakukan. Meski bagi para guru bidang studi PJOK sendiri tahapan pembelajaran pada Kurikulum 2013 bukan hal baru, dari sisi pengadministrasian terdapat perbedaan mendasar.

“Karena itu, mereka tetap harus mendapat pembimbingan teknis terutama dala sisi administrasi pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, sejumlah guru sasaran peserta bimtek mengaku gembira bisa mengikuti kegiatan ini. Menurut mereka, banyak tambahan ilmu yang mereka peroleh melalui bimtek.

“Saya bersyukur bisa mengikuti bimtek ini. Banyak tambahan ilmu yang kami perloleh dari kegiatan ini. Karena itu, kami berharap ke depa program bimtek bisa diksanakan lebih sering. Meski hanya bersifat bimtek mandiri,” kata guru PJOK SMPN 3 Bayongbong, Yuyun, S.Pd. (SMS/GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI