Sebagai Wujud Eksistensinya, FOPPSI Cabang Limbangan Terbentuk

LIMBANGAN, (GE),- Keberadaan operator sekolah yang bertugas mengelola berbagai data penting sekolah, tidak bisa dipanadang sebelah mata. Sebagai mitra Dinas Pendidikan, Operator sekolah sudah selayaknya mendapat perhatian pemerintah.

Sebagai wujud eksitensinya, kini para operator sekolah telah membentuk sebuah wadah organisasi yang legasl, Forum Oprator Pendataan Seluruh Indonesia (FOPPSI) memang tepat.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Musyawarah Cabang FOPPSI Kecamatan Limbangan, Haris Suryati. (25/12/2016).

“Bagi Operator yang mayoritas berstatus honorer diperlukan wadah sebagai tempat berjuang bersama dalam meningkatkan kesejahteraan, dan media untuk saling berbagi.FOPPSI adalah organisasi yang tepat.” Ungkapnya.

Dijelaskannya, Foppsi kini telah memiliki badan hukum yang jelas, dilengkapi dengan SK dari Kemenkumham. FOPPSI dinyatkan sebagai organisasi profesi yang legal.

Dalam Muscab di Limbangan, Endang Mustopa, terpilih sebagai Ketua Cabang dengan didampingi Yepi Syaripah Operator TK/PAUD sebagai wakil. Sementara, Idris Sardi perwakilan Rayon SMP/SMA sebagai sekretaris, dan Asep Mulyatin sebagai wakil Sekretaris mewakili tim formatur. Muscab FOPPSI Limbangan sendiri dihadiri oleh Ketua FOPPSI Kabupaten Garut, Yusep Patahudin, dua Pengurus Provinsi Jawa Barat, Umbara Mansur dan Seno.

Endang Mustopa, mengatakan, dalam program awal ia terlebih dulu akan berkoordinasi dengan pihak Dinas dan PGRI Cabang Limbangan. Selanjutnya sosialisasi kepada Operator sekolah, baik Negeri maupun swasta, Dinas dan oprator yang ada di Kemenag. Mengingat FOPPSI organisasi yang lintas sektoral, PNS dan bukan PNS semua memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan status.

“Kami berharap suatu saat Operator Sekolah yang honorer bisa diangkat menjadi PNS. mengingat FOPPSI merupakan satu dari tujuh belas Organisasi Honorer Di Indonesia yang masuk jajaran Komite Revisi UUASN. “Harapanya.

Sementara itu, Ketua DPC FAGAR Cabang Limbangan sekaligus Operator sekolah di tingkat SD, Asep Mulyatin mengaku bangga pada FOPPSI. Menurutnya meski banyak wadah organisasi Operator sekolah khususnya di Kabupaten Garut,tapi diluar FOPPSI belum ada yang berani melegalkan organisasinya.

“Mereka masih bersifat lokal, dan tidak berbadan hukum. Untuk itu bergabung dengan FOPPSI sangat tepat. Jelas FOPPSI bukan organisasi tanpa bentuk (OTB). Meski masih berumur satu tahun FOPPSI sudah memiliki cabang di hampir tiap kecamatan se Indonesia.” Tegasnya. (TAF Senopati)***

Editor: Kang Cep.