Sanksi Pemecatan Telah Menanti Oknum Polisi Penembak PL

GARUT (GE).- Aksi koboy oknum Polisi yang menembak dua orang pemandu lagu (PL) akan diberikan sanksi berat. Selain akan dipecat pelaku juga akan dijerat dengan hukum pidana umum.

Aiptu Saprudin kini sudah mendekam di sel tahanan Provam Polres Garut. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menembak paha seorang PL di Milan Karaoke Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (2/10/2017) malam.

Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga, menegaskan akan memberikan sanksi tegas karena yang bersangkitan telah terbukti bersalah. Bahkan sanksi terberatnya bisa sampai pemecatan keanggotaannya sebagai Polisi.


“Kami sekarang masih melakukan pemeriksaan. Sudah jelas dia ke sana (tempat hiburan) sambil mabuk. Jadi sudah jelas bersalah,” ujar Novri usai pawai peringatan HUT TNI di Jalan Ahmad Yani, Kamis (5/10/17).

Sanksi terberat berupa pemecatan, lanjutnya, bisa menjerat Panitreskrim Polsek Pakenjeng tersebut. Kelalaian pun sudah jelas dilakukan. Apalagi oknum polisi tersebut mabuk berat saat meletuskan peluru.

“Yang namanya ke tempat hiburan, mabuk jelas salah lah. Ya seperti itulah (mabuk),” ucapnya.

Novri menyebut telah mendatangi pemandu lagu (PL), Devia Sopiani (20), yang menjadi korban peluru nyasar dari anggotanya. Novri pun telah meminta maaf kepada korban atas peristiwa tersebut.

“Korban sudah didatangi dan diobati. Kami juga sudah berikan santunan,” kata Novri usai pawai peringatan HUT TNI di Jalan Ahmad Yani, Kamis (5/10/2017).

Biaya pengobatan korban, tambahnya, akan ditanggung Polres Garut. Hal tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban pihaknya atas peristiwa tersebut. (Farhan SN)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI