Sampah Menumpuk di Garut Ternyata ini Penyebabnya

GARUT, (GE).- Tumpukan sampah kerap terjadi di sejumlah jalan protokol di Kabupaten. Kurangnya armada pengangkut menjadi kendala utamanya.

Sebenarnya bukan persoalan itu saja, kesadaran masyarakat juga sangat rendah terkait pengolahan sampah. Bahkan masyarakat pun kerap membuang sampah ke tempat terlarang seperti selokan dan bahu jalan padahal tempat sampah sudah disediakan.

Berdasarkan pantauan “GE”, sejumlah titik jalan protokol nampak tumpukan sampah meluber hingga ke bahu jalan. Warga setempat pun mengaku terganggu karena sampah dibiarkan menumpuk sampai berhari-hari.

“Sudah seminggu sampah di sini dibiarkan menumpuk. Baunya mengganggu sekali,” kata Siti seorang warga yang rumahnya beberapa meter dari tempat pembuangan sampah sementara di Jalan Merdeka, Garut, Jawa Barat, Senin (12/11/18).

Ia menuturkan, sampah yang sudah menumpuk, bahkan hingga tumpah ke jalanan itu sudah lama dibiarkan oleh petugas kebersihan yang biasa mengangkutnya. Ia berharap, tumpukan sampah tersebut dapat secepatnya diangkut karena mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Garut, Asep Suparman membenarkan masih adanya tumpukan sampah di kawasan perkotaan Garut karena belum terangkut oleh petugas kebersihan. Ia mengaku kewalahan mengatasi sampah karena armada yang ada sudah tak memadai lagi.

“Kami hanya punya 38 truk pengangkut sampah. Idealnya truk pengangkut sampah di Garut 52 unit. Karena harus mengangkut dari 50 jalur TPS,” paparnya.

Asep mengungkapkan, setiap hari produksi sampah di perkotaan Garut sekira 600 ton. Sementara kemampuan daya angkut armada yang dimiliki hanya 150 sampai 200 ton.

“Jadi wajar saja kalau masih ada sampah yang tak terangkut. Sehari itu sampah yang diangkut 150 sampai 200 ton. Total sampah 600 ton,” katanya.

Ia berharap, upaya menangani masalah sampah tersebut dapat menjadi perhatian semua elemen masyarakat dengan meminimalisasi produksi sampah dan membiasakan memilah sampah organik dan bukan organik.

“Harus ada kesadaran masyarakat memilah dan mengolah sampah agar sampah tidak terlalu banyak,” kata Asep.

Ia mengaku telah menempuh berbagai upaya agar sampah tak terlalu menumpuk di TPS. Sejumlah kelompok pemberdayaan pun telah dibentuk dan dikerahkan. Namun nampaknya masih belum bisa mengatasi persoalan sampah secara menyeluruh.

“Bagusnya ada penambahan armada untuk menanggulangi persoalan sampah ini. Tapi baiknya, peran semua kalangan bersama-sama menangani persoalan sampah ini,” pungkasnya. (MHI)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI