Sambut HUT PGRI ke 71, SDN Pamalayan 01 Ajak Anak Didiknya “Ngamumulé” Seni Réog

SEJUMLAH seni tradisi di wilayah Garut dikenal beragam dan unik. Namun, seiring perkembangan zaman beberapa kesenian tradisi “karuhun” ini ditenggarai hampir punah. Reog, adalah salah satu seni tradisi yang hingga kini masih eksis walau terkadang keberadaannya kembang kempis.

Dalam momentum Hari Ulah Tahun PGRI dan Hari Guru Nasuinal ke 71, SDN Pamalayan 01 , Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut mengajak anak didiknya untuk mengenal dan “ngamumule” (melestarikan) salah satu seni tradisional ini.

Sebagai upaya pelestraian seni tradisi, Pengelola SDN Pamalayan 01 mengajarkan Seni Reog kepada para siswanya. Sejumlah siswa yang telah dilatih kesenian ini menampilkan kreasinya dalam perayaan menyambut HUT PGRI ke 71 di kawasan selatan Garut.


Supardi, S.Pd., selaku guru pembimbing kesenian di SDN Pamalayan 01 mengatakan, penampilan anak didiknya dengan pentas Seni Reog ini sebagai upaya pihaknya dalam menanamkan kecintaan akan seni tradisi kepada anak didiknya.

“Ya, ini upaya kami (SDN Pmalayan 01/red.) untuk mengenalkan dan “ ngamumule” seni tradisi kepada anak anak. Kami sebelumnya telah melatih dan mempersiapkannya sejak jauh hari. Allhamdulillah, anak anak semua pada antusias dalam menjalani latihan ini. Sebagai orang Sunda tentunya harus bangga mempelajari seni Sunda, salah satunya Seni Reog ini,” ungkapnya, saat djumpai “GE” di ruang kerjanya, Kamis (24/11/2016).

Dikatakannya, sejak usia dini harus mendapatkan pengenalan, pemahaman, dan pendalaman seni budaya.

“Mereka harus akrab serta memahami akar budaya dan kesenian warisan leluhurnya, fungsinya sebagai bekal hidupnya kelak saat dewasa. Jika bukan kita urang Sunda, siapa lagi yang akan melestarikan seni wariasan leluhur ini,” pungkasnya. (Deni-Siti)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI