Sambut HKBN, Sukaresmi Tanam Ribuan Pohon di Kaki Gunung Papandayan

GARUT, (GE).- Sebagai wujud kepedulian akan kelestarian lingkungan, sekaligus dalam rangka menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) serta menyambut bulan suci Ramadhan 1439 H, masyarakat Kecamatan Sukaresmi melakukan penghijauan dengan menanam 5.300 Pohon.

Aksi reboisasi tersebut dilakukan di area Pasir Lebe, kaki Gunung Papandayan, tepatnya di Kampung Cicana, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (12/5/2108).

Menurut penanggung jawab kegiatan, Asep Saepuloh yang juga tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini dilaksnakan atas kerjasama dengan para relawan peduli lingkungan, bekerja sama dengan GAS (Gabungan Anak Sunda) Kabupaten Garut.

Camat Sukaresmi, Drs. Ahmad Ridwan secara simbolis menyerahkan benih pohon kepada salah seorang tokoh masyarakat setempat. Serah terima dilakukan dalam kegiatan penanaman ribuan pohon di area Pasir Lebe, kaki Gunung Papandayan, tepatnya di Kampung Cicana, Desa Mekarjaya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut, Sabtu (12/5/2108).***

Dirinya merasa terketuk hati nuraninya melihat keadaan Pasirlebe yang berada di bawah kaki Gunung Papandayan sudah terlihat gundul, pada pohon bisa menjadi pertahanan bagi kekuatan tanah.

“Ditakutkan, dengan tidak adanya penghijauan akan berdampak pada bencana longsor seperti terjadi tahun 2014 yang lalu yang memakan harta dan puluhan jiwa melayang,” katanya.

Asep khawatir, akan keberadaan Pasirlebe yang sudah mulai gundul akibat penebangan pohon oleh oknum orang yang tidak bertanggung jawab. Ke 5300 pohon yang ditanam berasal dari berbagai jenis yang ditanam di lahan sekitar 20 hektare.

“Penghijauan ini melibatkan 150 relawan dari masyarakat Kampung Cicana, SMK Faujan. Para santri Faujan pimpinan KH. Aceng Umar A’Lam (Ceng Aam),” tandasnya.

Sementara itu, Mulyono Khadafi, selaku Ketua LSM Gerakan Anak Sunda (GAS) Kabupaten Garut, sengaja datang bersama sejumlah anggotanya mengaku bangga terhadap warga yang masih peduli terhadap lingkungan.

“Kita sudah terbiasa menanam dan mensosialisasikan dalam upaya mendukung pemerintah. Bahkan LSM dan warga masyarakat yang selalu peduli terhadap lingkungan yang perlu, karena kedepanya Garut akan semakin kuat dan ramah lingkungan,” ungkapnya.

Camat Sukaresmi, Drs Ahmad Ridwan, dalam sambutanya menyampaikan apresiasi dengan gagasan menyelamatkan lingkungan melalui penanaman 5.300 pohon ini. Diharapkannya, kepedulian Asep ini bisa dicontoh, sehingga banyak “Asep Asep” lain yang mau peduli terhadap lingkungan sehingga bisa membantu menyelamatkan kelestraian eekosistem hutan.

“Saya atas nama Bupati Garut mmengapresiasi kegiatan (reboisasi/red.) ini. Gundulnya hutan dikhawatirlan akan mengakibatkan daangnya bencana banjir dan longsor yang akan merugikan warga masyarakat serta hancurnya harta benda bahkan nyawa,” ujarnya.

Camat Sukaresmi berharap, agar kegiatan ini jangan cuma dijadikan sermonial semata. Implementasinya leebih penting, harus terus dilakukan dengan menanam serta bersama-sama menjaga kelestarian alam.

“Lingkungan yang asri akan adiwariskan kepada anak cucu dan warga Kabupaten Garut. Jadi supaya leuweungna hejo, rahayatna ngejo, maslahat dunia dan ahirat,” pungkasnya. (Tim GE)***

Editor: kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI