Sambut HJG ke 205, Ratusan Pendekar Cilik asal Selaawi Pecahkan Rekor Dunia

Ratusan pendekar cilik dari 29 paguron se Kecamatan Selaawi, memencahkan rekor dunia setelah memperagakan jurus bambu runcing dalam rangkaian HJG ke 205, Sabtu (24/02/2018)/ foto: Useu G Ramdani/GE.***

GARUT, (GE).- Sebanyak 630 pendekar cilik yang berasal dari 29 paguron silat di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut berhasil memecahkan rekor dunia. Rekor tersebut didapat setelah para pendekar cilik itu memperagakan jurus silat bambu runcing khas Selaawi secara serempak selama 30 menit.

Torehan prestasi tersebut merupakan sejarah tersendiri bagi Kabupaten Garut, khususnya Kecamatan Selaawi. Pencapaian para pendekar Selaawi ini secara resmi tercatat dalam buku Record Holders Republik (RHR). Kini nama Kecamatan Selaawi terdaftar dalam deretan daftar pemecah rekor dunia lainnya.

Vice President of Record Holders Republik (RHR), Lia Mutisari secara simbolis menyerahkan piagam penghargaan kepada Camat Selaawi, Ridwan Effendi, usai digelarnya pemecahan rekor dunia dalam rangkaian HJG ke 205 di area SOR Ciateul Kabupaten Garut, Sabtu (24/02/2018)/ foto: Useu G Ramdani/GE.***

Selain memecahkan rekor dunia, peragaan jurus bambu runcing khas Selaawi yang berlangsung di lapangan SOR Ciateul tersebut merupakan salah satu rangkaian acara kegiatan menyambut hari jadi Garut (HJG) ke-205.


Saat diperagakan ratusan pendekar Selaawi, jurus-jurus bambu runcing tampak memukau para tamu undangan dan masyarakat yang datang menyaksikan. Bahkan, penampilan pendekar cilik menghundang decak kagum Pjs. Bupati Kabupaten Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata.

“Semua ini merupakan hal yang sangat membanggakan. Selain melestarikan budaya, para pendekar cilik ini bisa mendapatkan prestasi tingkat nasional bahkan internasional. Saya berharap, prestasi yang didapat ini bisa menjadi motivasi bagi semua warga Garut yang terkenal sebagi gudangnya pendekar silat,” tutur Koesmayadie, usai menyaksikan gelaran atraksi ratusan pendekar cilik, Sabtu (24/02/2018).

Menurut Camat Selaawi, Ridwan Effendi, untuk membuat pentas silat jurus bambu runcing secara kolosal tentunya dibutuhkan persiapan yang matang. Sebanyak 630 pendekar cilik tersebut sudah melakukan latihan intensif di paguron masing-masing, sehingga saat pentas, mereka terlihat kompak dalam setiap gerakan jurusnya.

“Pemecahan rekor dunia merupakan bukti, jika semua paguron silat yang ada di Kecamatan Selaawi bisa bersatu dan membuahkan prestasi yang sangat membanggakan,” katanya.

Sementara itu, menurut Vice President of Record Holders Republik (RHR), Lia Mutisari, pentas jurus silat bambu runcing ini memang layak dicatat sebagai pemecah rekor. Selain di lakukan oleh 630 pendekar cilik dari 29 paguron, jurus bambu runcing diperagakan secara serempak selama 30 menit.

“Di daerah lain memang ada yang melakukan gerakan silat seperti ini, tetapi para pendekar cilik asal Selaawi memperagakan jurusnya dengan menggunakan tongkat terbuat dari bambu, yang disebut bambu runcing. Sehingga ini layak mendapatkan penghargaan dari RHR sebagai pemegang rekor dunia,” ungkapnya.

Atas prestasi tersebut, Pjs Bupati Garut, Camat Selaawi, Kadisbudpar Garut dan ketua DPC PPSI Selaawi mendapatkan piagam penghargaan dari RHR serta penyematan pin yang disematkan langsung oleh Vice President of RHR. Setelah acara selesai, para pendekar cilik dan pengurus paguron silat se-Kecamatan Selaawi tentunya bisa pulang dengan hati bangga. (Useu G Ramdani)***

Editor: Kang Cep.

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI