Salah satu Soal UN SD Dinilai Sudutkan Taman Satwa Cikembulan, Disdik Garut Mengaku Tidak Tahu Menahu

KOTA,(GE).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut menyesalkan adanya soal Bahasa Indonesia di hari pertama Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sekolah dasar yang menyudutkan Taman Satwa Cikembulan. Disdik pun mengaku tak mengetahui adanya soal tersebut.

Di soal nomor 38, para siswa diminta untuk menyusun empat kalimat menjadi sebuah paragraf. Keempat kalimat itu merupakan hasil pengamatan di Kebun Binatang Cikembulan. Di kalimat nomor empat tertulis Hewan-hewan di Kebun Binatang Cikembulan sangat sedikit karena kurang terawat.

“Itu kan soalnya dikirim langsung dari provinsi. Saya juga baru tahu tadi waktu ikut memantau sama pak Wabup,” ujar Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kabupaten Garut, Totong, Senin (16/5/2016).

Menurut Totong, dalam soal di nomor 38 itu memang terdapat pernyataan yang menyebut jika Taman Satwa Cikembulan tak terawat. Namun tak disebutkan lokasi daerah taman satwa tersebut berada.

Diakui Totong, soal USBN tersebut dibuat pihak Disdik Provinsi Jabar bersama Puspendik Balitbang Kemendikbud. Jadi tidak ada keterlibatan Disdik Kabupaten Garut dalam pembuatannya.

“Saya sangat menyayangkan adanya soal yang menyudutkan itu. Harusnya bisa dihindari. Tadi saya sudah koordinasi dengan pihak provinsi,” katanya.

Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi beberapa waktu lalu saat Disdik Kabupaten Garut membuat soal Try Out sekolah dasar. Dalam soal itu terdapat kalimat yang menyudutkan RSUD dr Slamet Garut.

“Di tengah pembelajaran kemarin, sekarang kembali terjadi lagi. Tapi ini murni bukan kesalahan kami. Kami tidak tahu adanya soal itu. Se-Jabar soalnya itu sama,” ucapnya.

Pengelola Taman Satwa Cikembulan, Rudi Aripin menyesalkan adanya soal USBN sekolah dasar yang menyudutkan Taman Satwa Cikembulan. Jika dalam soal disebut Taman Satwa Cikembulan tak terawat harus ada indikatornya.

“Apalagi ini untuk soal anak sekolah dasar. Tak terawatnya itu dalam segi apa? Sangat saya sesalkan adanya soal seperti itu,” tutur Rudi saat dihubungi wartawan.

Rudi belum menentukan langkah yang akan diambil setelah mengetahui adanya soal tersebut. Ia akan mengkaji terlebih dulu soal yang disebut menyudutkan Taman Satwa Cikembulan.

“Saya juga belum melihat langsung soalnya seperti apa. Tadi banyak yang menghubungi kalau ada soal seperti itu,” tukasnya. (Tim GE)***