Salah Bacok Orang, Oknum Aparat Desa Digelendang Polisi

OKNUM aparat desa, AS (41) bersama D (23) saat diperiksa di Mapolsek Cilawu, Senin (6/3/2017). (Mempis/GE)***

GARUT, (GE).- Seorang oknum aparat salah satu desa di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut,  Jawa Barat,  AS (41), akhirnya digelendang masuk teralis besi Mapolsek Cilawu. Ia bersama 17 orang lainnya yang disinyalir anggota berandalan bermotor dicokok polisi karena diduga melakukan penganiayaan terhadap Doni (19), warga Kampung Genteng, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, hingga korban mengalami luka parah. Korban dibacok di bagian kepala, perut samping kanan, dan paha sebelah kanan hingga tak berdaya di tempat kejadian perkara.

Kasus pengeroyokan itu sendiri terjadi pada Minggu (5/3/2017) malam sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu korban yang sedang berada di arena pameran di Lapangan Sepak Bola Ngamplang, Kecamatan Cilawu, tiba-tiba diserang oleh sejumlah pelaku tanpa alasan yang jelas. Korban yang hanya sendirian pun tidak berdaya dan akhirnya jadi bulan-bulanan para pelaku.

Menurut keterangan Kapolsek Cilawu, Kompol Suhendar, kelompok berandalan bermotor berjumlah 18 orang itu melakukan pengeroyokan kepada korban, karena dituding melakukan pemalakan. Pelaku pemalakan sendiri sebenarnya sudah melarikan diri sebelum para berandalan bermotor tersebut tiba.


“Jadi korban ini merupakan korban salah sasaran dituding melakukan pemalakan kepada salah seorang anggota berandalan bermotor,” ujarnya, Senin (6/3/ 2017).

Senin pagi, jajaran Polsek Cilawu langsung melakukan penangkapan terhadap anggota berandalan bermotor tersebut. Dari hasil pemeriksaan sementara, dua tersangka telah mengakui melakukan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berupa samurai dan celurit. Kedua pelaku masing-masing berinisial AS (41) dan D (23), keduanya warga Kecamatan Cilawu.

“Alhamdulillah, seluruh yang diduga terlibat sudah kami amankan, dua diantaranya telah mengakui melakukan penganiayaan dengan senjata tajam,” ungkap Suhendar.

Lebih jauh Suhendar mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada anggota berandalan bermotor tersebut.

“Kami masih mengembangkan, kasusnya, kemungkinan masih ada pelaku yang belumengakui ikut melakukan penganiayaan,” jelas Suhendar.

Sementara itu, korban sendiri masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr. Selamet Garut, akibat luka yang dideritanya cukup parah.  (Mempis)***

 

Editor : SMS

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI