Sakit Tak Menghalangi Calon Haji dari Garut untuk Tunaikan Rukun Islam

CUCU, salah seorang warga asal Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dengan kondisi sakit, ia tetap bertekad menunaikan rukujn Islam ke-5./Idrus Andriawan, "GE."

KOTA, (GE).- Ratusan jemaah Haji asal Garut telah diberangkatkan secara resmi oleh Bupati Garut, Rudy Gunawan. Pemberangkatan yang dilakukan dari kompleks Gedung Pendopo ini merupakan jemaah kloter pertama dari 10 kloter, Senin (8/8/2016).

Bagi setiap Muslim, menunaikan Haji adalah sebuah kewajiban bagi yang mampu. Baik mampu secar fisik mapun materiil, karena memang dengan dukungan dua hal tersebut rukun Islam yang ke-5 ini dinilai bisa ditunaikan. Namun realitasnya tidak semua yang mampu, baik secara fisik maupun materiil bisa menunaikan rukun Islam yang satu ini.

Adalah Cucu, salah seorang jemaah Haji asal Kecamatan Samarang, dari ratusan jemaah asal Garut, dia menjadi satu-satunya jemaah Haji yang bertekad untuk berangkat Haji dengan keterbatasan kondisi fisik karena sakit.

Di tengah hiruk pikuk dan suasana haru, Cucu, tampak menggunakan kursi roda dengan dihantarkan sejumlah anggota keluarganya. Meski dalam kondisi sakit, ia tampak begitu bersemangat untuk menunaikan kewajibannya beribadah Haji bersama sang istri.

“Alhamdulillah, ini kesempatan saya bersama istri untuk menunaikan ibadah haji. Mudah-mudahan diberikan kekuatan oleh Alloh SWT dan menjadi haji yang mabrur.” Harapnya.

Tepat pukul 08.00. WIB, Bupati Garut, Rudy Gunawan melepas keberangkatan ratusan calon jemaah haji. Sementara itui, beragam peralatan dan perlengkapan para jemaah haji sudah diberangkatkan lebih dahulu. Rudy memastikan semua kebutuhan para jemaah yang menjadi kewajiban pemerintah sudah ditunaikan termasuk visa untuk para jemaah.

“Kita berharap keloter pertama ini tiba di kota Madinah sesuai jadwal untuk melaksanakan ‘Arbain.’ Selanjutnya menunaikan ibadah haji lainya, saya kira semua sudah dapat visa.” Tandasnya. (Idrus Andriawan)***