Saat Dialog dengan P3L, Emosi Bupati Sempat Tersulut

LIMBANGAN, (GE).- Kontroversi Pasar Limbangan berlanjut, Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) bersama warga Limbangan kembali menggelar pertemuan dengan Bupati Garut dan Komisi B DPRD Garut.

Pertemuan yang dijadwalkan dimulai sekira pukul 10.00 WIB, sempat molor hampir 2 jam karena menunggu kehadiran Bupati. Dalam dialog dengan para pedagang dan warga, beberapa kali Bupati tersulut emosinya, akibat para pedagang menyampaikan pendapatnya sedikit provokatif.

Dalam dialog ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan berjanji akan menghentikan sementara pembangunan Pasar Limbangan.

“Besok jam 14.00 saya akan ke sana. Nanti dengan Satpol PP akan hentikan pembangunannya,” ujar Rudy yang disambut riuh rendah para pedagang di Gedung DPRD Kabupaten Garut, Selasa (26/1).

Rudy pun sepakat dengan pihak P3L jika terjadi tindak pidana yang dilakukan PT Elva Primandiri selaku pengembang terkait penjualan kios ke pihak lain. Pihaknya pun akan menyelesaikan masalah tersebut.

“Besok kami akan berdialog empat arah. Yakni pemerintah, PT Elva, warga dan pedagang,” katanya.

Ketua P3L, Basar Suryana, mengatakan tuntutan warga selama dua tahun ini menunggu realisasi dari Bupati. Pihaknya tak menolak pembangunan pasar. Hanya saja selama ini pembangunan tak sesuai dengan aturan.

“Kami ingin sesuai aturan bukan menolak pembangunan. Masalah tuntutan itu sudah jadi isu selama dua tahun ini. Tinggal realisasi dari Bupati,” kata Basar.

Menurut Basar, rencana kedatangan Bupati pada hari ini bukan menjadi hal positif. Bisa jadi keinginan warga untuk menyegel pembangunan pasar tidak direalisasikan.

“Jika seperti itu, maka kami akan mengambil tindakan. Kalau tak dilaksanakan kami akan melaporkannya ke pihak kepolisian,” ucapnya.

Basar menjelaskan, selama ini Pemkab Garut sudah melakukan pembangkangan terhadap putusan pengadilan. Pihaknya pun berharap DPRD bisa mengambil langkah untuk meminta kejelasan Bupati dalam persoalan Pasar Limbangan.

“Kami juga seperti diadu domba dengan pemerintah oleh PT Elva. Pokok permasalahan itu ada di pengembang. Contohnya harga kios yang belum disepakati. Tapi mereka melapor ke Bupati katanya sudah sepakat,” katanya

Teten Winarsa, perwakilan warga Sindanganom, Kecamatan Limbangan, menuturkan warga mempertanyakan pembangunan Pasar Limbangan yang bermasalah. Pihaknya meminta solusi kepada pemerintah untuk menyelesaikannya.

“Masalah sumur artesis, lokasi sampah dan lahan parkir itu yang warga tuntut untuk diselesaikan. Soalnya sudah mengganggu lingkungan warga,” ujar Teten. (Tim GE)***

TULIS KOMENTAR KAMU DI SINI

Komentar

BAGIKAN