Saat Akan Menenangkan Demonstran, Ulama Limbangan Tak Luput dari Cacian Pedagang yang Geram

K.H.Rd. Mimin Muhyidin (berpeci putih) dengan dikawal aparat saat akan menenangkan demonstran di kawasan Pasar Limbangan, Rabu (18/05/2016)/ Taf Senopati./'GE'.

LIMBANGAN,(GE).- Disaat situasi kawasan pasar Limbangan memanas, salah seorang ulama Garut utara, Sesepuh Pondok Pesantren Ass’saadah Limbangan yang juga merupakan Rois Syuriah PC NU Kabupaten Garut, K.H.Rd. Mimin Muhyidin, yang sedianya akan menenangkan demonstran, malah tak luput dari caci maki serta sumpah serapah dari para pedagang pasar yang tampaknya sudah tak terkontrol.

Demikian diungkapkan, R.H. Holil Aksan Umarzen, yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut utara.

“Padahal beliau (KH. Mimin Muhyidin/red) ingin memperjuangkan hak-hak para pedagang yang tidak terakomodir oleh pihak pengembang. ” Ungkap, Holil kepada ‘GE’ Rabu (18/05/2016).

Akibat peristiwa tersebut, sontak saja mengundang emosi dari para santri dan simpatisan Kiyai Mimin. Bukan hanya dari Limbangan, dari luar Limbangan pun dikabarkan turut berdatangan termasuk Banser, GP Ansor dan kelompok-kelompok di bawah naungan NU Kabupaten Garut.

R.H. Holil Aksan Umarzen selaku Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut utara sangat menyayangkan atas penghinaan terhadap Ulama dan sesepuh yang sekaligus Ketua Tanfidzyah NU Kabupaten Garut ini.

“Kami atas nama keluarga dan PM Gatra sangat mengutuk terhadap mereka yang mengucapkan kata-kata kotor terhadap KH. Mimin Muhyidin selaku sesepuh di Limbangan. Kami akan melakukan langkah-langkah hukum dengan melaporkan kepada pihak berwajib dalam hal ini Polres Garut untuk segera mengusut tuntas, siapa dalang dibalik kebakaran ini dan siapa saja yang melakukan penghinaaan terhadap sesepuh kami.” Tandasnya.

(TAF Senopati)***